Rangkuman lengkap, padat, dan sistematis yang menggabungkan definisi, pembagian, serta tanda-tanda Kalam langsung berdasarkan penjelasan Syaikh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid dalam kitab At-Tuhfatus Saniyah bi Syarhi Al-Muqaddimah Al-Ajurrumiyah.
I. DEFINISI KALAM (تَعْرِيفُ الْكَلَامِ)
Menurut istilah ilmu nahwu, sebuah ucapan baru bisa disebut sebagai Kalam jika memenuhi 4 syarat baku secara bersamaan:
- Lafadz (اللَّفْظُ): Suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyah.
- Murakkab (الْمُرَكَّبُ): Tersusun dari dua kata atau lebih.
- Mufid (الْمُفِيدُ): Memberikan pemahaman yang sempurna kepada pendengar, sehingga pembicaraan dianggap selesai.
- Bil-Wadh’i (بِالْوَضْعِ): Disengaja dan menggunakan bahasa Arab.
II. PEMBAGIAN & TANDA-TANDA KALAM (أَقْسَامُ الْكَلَامِ وَعَلَامَاتُهَا)
Syaikh Muhyiddin menegaskan bahwa komponen penyusun kalam dalam bahasa Arab dibatasi hanya menjadi 3 bagian saja: Isim, Fi’il, dan Harf.
Berikut adalah rincian definisi beserta tanda-tanda untuk mengenali masing-masing bagian tersebut:
1. ISIM (الإِسْمُ) — Kata Benda / Sifat
Definisi: Kata yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dan tidak berkaitan dengan waktu.
Suatu kata valid disebut Isim jika menerima atau memiliki salah satu dari tanda-tanda berikut:
- Al-Khafdh / Al-Jar (الْخَفْضُ): Harakat akhir kata berubah menjadi kasrah karena amil tertentu.
- Contoh: مَرَرْتُ بِالْغُلَامِ (Al-Ghulaami majrur ditandai kasrah).
- At-Tanwin (التَّنْوِينُ): Suara nun mati di akhir kata yang terdengar tapi tidak ditulis (harakat ganda).
- Contoh: كِتَابٌ (Kitaabun), رَجُلٍ (Rajulin).
- Kemasukan Alif dan Lam (دُخُولُ أَلْ):
- Contoh: الرَّجُلُ (Ar-Rajulu), الْمَدْرَسَةُ (Al-Madrasatu).
- Kemasukan Huruf Khafdh / Huruf Jar (دُخُولُ حُرُوفِ الْجَرِّ):
- مِنْ (Dari) مِنَ الْمَسْجِدِ
- إِلَى (Ke) إِلَى الْبَيْتِ
- عَنْ (Dari/Melewati) عَنِ النَّبِيِّ
- عَلَى (Di atas) عَلَى الْمَكْتَبِ
- فِي (Di dalam) فِي الْفَصْلِ
- رُبَّ (Jarang/Sering) رُبَّ رَجُلٍ كَرِيمٍ
- الْبَاء (بِـ) (Dengan) بِالْقَلَمِ
- الْكَاف (كَـ) (Seperti) كَالْبَدْرِ
- اللَّام (لِـ) (Milik) لِلَّهِ
- Kemasukan Huruf Sumpah (حُرُوفُ الْقَسَمِ): Yang juga beramal menjarkan isim, yaitu: الْوَاو (وَـ) contoh Wallahi, الْبَاء (بِـ) contoh Billahi, dan التَّاء (تَـ) contoh Tallahi.
2. FI’IL (الفِعْلُ) — Kata Kerja
Definisi: Kata yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dan terikat dengan waktu (lampau, sekarang, atau masa depan).
Syaikh Muhyiddin membagi fi’il menjadi 3 (Madhi, Mudhari’, Amr) dan memberikan 4 tanda utama untuk mengenalinya:
- قَدْ (Qad): Bisa masuk ke Fi’il Madhi maupun Mudhari’.
- Masuk ke Fi’il Madhi bermakna Tahqiq (pasti) atau Taqrib (hampir). Contoh: قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ.
- Masuk ke Fi’il Mudhari’ bermakna Taqlil (jarang) atau Taktsir (sering). Contoh: قَدْ يَكْذِبُ الصَّدُوقُ.
- السِّينُ (As-Siin / Sa-): Khusus masuk ke Fi’il Mudhari’ untuk menunjukkan waktu akan datang jangka pendek (Tanfiis).
- Contoh: سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ.
- سَوْفَ (Saufa): Khusus masuk ke Fi’il Mudhari’ untuk menunjukkan waktu akan datang jangka panjang (Taswiif).
- Contoh: سَوْفَ تَعْلَمُونَ.
- تَاءُ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةُ (Ta’ Ta’nits As-Sakinah): Huruf Ta sukun (تْ) di akhir kata penanda pelaku wanita. Khusus masuk ke Fi’il Madhi.
- Contoh: قَالَتْ عَائِشَةُ.
(Tambahan: Khusus Fi’il Amr, tandanya adalah menunjukkan kalimat perintah secara makna dan bisa menerima Ya Mukhatabah, contoh: اُكْتُبِي).
3. HARF (الْحَرْفُ) — Kata Tugas / Huruf Ma’ani
Definisi: Kata yang tidak menunjukkan makna yang jelas kecuali jika disambungkan dengan kata lainnya.
- Tanda Harf: Syaikh Muhyiddin menyebutkan tandanya adalah tanda negatif / ketiadaan tanda. Harf ditandai dengan ketidakbisaannya menerima seluruh tanda-tanda isim dan tanda-tanda fi’il di atas.
- Contoh: هَلْ (Apakah), فِي (Di dalam), لَمْ (Belum). Kata-kata ini tidak bisa ditanwin, tidak bisa kemasukan Al-, dan tidak bisa disandingkan dengan Qad atau Saufa.
III. TABEL RINGKAS MATRIKS KALAM
Untuk mempermudah muraja’ah, berikut visualisasi matrik pembagian kalam:
| Komponen Kalam | Keterangan Waktu | Tanda Utama yang Paling Mudah Dikenali | Contoh |
| Isim (إسم) | Bebas Waktu | Tanwin, Kemasukan ال, diawali huruf Jar/Khafdh. | بَيْتٌ ، الكِتَابُ ، فِى المَسْجِدِ |
| Fi’il Madhi (فعل ماض) | Lampau | Diakhiri Ta Ta’nits Sukun (تْ), kemasukan قَدْ. | كَتَبَتْ ، قَدْ أَفْلَحَ |
| Fi’il Mudhari’ (فعل مضارع) | Sekarang / Akan | Diawali huruf mudhara’ah ($أ-ن-ي-ت$), kemasukan سَـ / سَوْفَ / قَدْ. | سَيَقُولُ ، سَوْفَ تَعْلَمُونَ |
| Fi’il Amr (فعل أمر) | Masa Depan (Perintah) | Menunjukkan tuntunan perbuatan + menerima Ya Mukhatabah. | اُكْتُبْ ، اِجْلِسِي |
| Harf (حرف) | Tergantung Kata Lain | Bersih dari seluruh tanda Isim dan Fi’il. | هَلْ ، بَلْ ، لَمْ ، قَدْ |