4 Tanda Fi’il

5 Pembaca

Dalam kitab At-Tuhfatus Saniyah bi Syarhi Al-Muqaddimah Al-Ajurrumiyah karya Syeikh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, pembahasan mengenai tanda-tanda fi’il (kata kerja) dijelaskan dengan sangat sistematis untuk menguraikan matan Al-Ajurrumiyah.

Secara mendasar, fi’il dapat dikenali ketika ia bersambung atau didahului oleh salah satu dari 4 tanda utama. Tanda-tanda ini berfungsi sebagai pembeda mutlak antara fi’il dengan isim (kata benda) dan huruf.

Berikut adalah pembahasan lengkap keempat tanda tersebut beserta pembagian jenis fi’il yang bisa menerimanya:

4 Tanda Utama Fi’il dalam At-Tuhfatus Saniyah
1. Masuknya Huruf Qad (قَدْ)

Huruf قَدْ adalah tanda yang bisa masuk ke dalam Fi’il Madhi (masa lalu) maupun Fi’il Mudhari’ (masa kini/nanti). Namun, makna yang dihasilkan berbeda tergantung jenis fi’ilnya:

Jika masuk ke Fi’il Madhi, fungsinya memberikan dua makna:

  • Tahqiq (Penegasan/Kepastian): Contohnya قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman).
  • Taqrib (Kedekatan Waktu): Contohnya قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ (Shalat hampir didirikan)

Jika masuk ke Fi’il Mudhari’, fungsinya memberikan dua makna:

  • Taktsir (Sering/Banyak terjadi): Contohnya قَدْ يَنجَحُ الْمُجْتَهِدُ (Terkadang/Seringkali orang yang bersungguh-sungguh itu sukses).
  • Taqlil (Jarang/Sedikit terjadi): Contohnya قَدْ يَجُودُ الْبَخِيلُ (Kadang-kadang orang yang bakhil itu bersedekah).

2. Masuknya Huruf Sin (السِّيْنُ)

Tanda ini khusus masuk pada Fi’il Mudhari’ saja. Huruf Sin (سـ) berfungsi untuk menunjukkan Tansis al-Istiqlal atau Tanfis, yaitu mengubah makna waktu sekarang menjadi masa depan yang dekat (sebentar lagi terjadi).

  • Contoh: سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ (Orang-orang yang kurang akal akan berkata…).
3. Masuknya Huruf Sawfa (سَوْفَ)

Sama seperti huruf Sin, سَوْفَ juga khusus masuk pada Fi’il Mudhari’ saja. Perbedaannya terletak pada jarak waktunya. سَوْفَ berfungsi untuk Taswif, yaitu menunjukkan masa depan yang jauh atau lebih lama kelonggaran waktunya.

  • Contoh: سَوْفَ تَعْلَمُونَ (Kelak kamu akan mengetahui).
4. Ta’ Ta’nits As-Sakinah (تَاءُ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةُ)

Tanda ini berupa huruf Ta’ yang berharakat sukun (تْ) yang melekat di akhir kata. Tanda ini khusus untuk Fi’il Madhi dan berfungsi untuk menunjukkan bahwa pelaku (fa’il) dari kata kerja tersebut adalah seorang perempuan (muannats).

  • Contoh: قَالَتْ عَائِشَةُ (Aisyah telah berkata) atau رَضِيَتْ (Dia wanita telah ridha).

Catatan dari Kitab: Harakat sukun pada Ta’ ini bisa berubah menjadi kasrah jika bertemu dengan huruf yang juga berharakat sukun setelahnya (untuk menghindari bertemunya dua sukun/iltiqa ‘as-sakinain), seperti dalam contoh: قَالَتِ الْأَعْرَابُ. Meskipun harakatnya berubah menjadi kasrah, ia tetap dianggap sebagai Ta’ Ta’nits As-Sakinah secara asal.

Kesimpulan Pemetaan Tanda terhadap Jenis Fi’il

Untuk memudahkan pemahaman dan hafalan (terutama dalam metode bedah kitab), Syeikh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid mengelompokkan tanda-tanda di atas berdasarkan kekhususannya terhadap 3 jenis fi’il:

Jenis Fi’ilTanda yang Dapat Masuk
Fi’il MadhiDidahului قَدْ atau diakhiri تَاءُ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةُ
Fi’il Mudhari’Didahului قَدْ, huruf سـ, atau سَوْفَ
Fi’il Amr (Perintah)Tidak disebutkan tandanya secara spesifik dalam matan ini melalui 4 huruf di atas, namun dalam syarah dijelaskan ia dikenali lewat penunjukan maknanya yang berupa tuntutan (thalab) serta bisa menerima Ya’ Mukhatabah (يَاءُ الْمُخَاطَبَةِ) seperti اُكْتُبِي.

Tinggalkan komentar