Tanda-Tanda Isim

6 Pembaca
فَالإِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ، وَالتَّنْوِينِ، وَدُخُولِ الأَلِفِ وَاللاَّمِ، وَحُرُوفِ الْخَفْضِ، وَهِيَ: مِنْ، وَإِلَى وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي، وَرُبَّ، وَالْبَاءُ، وَالْكَافُ، وَاللاَّمُ، وَحُرُوفِ الْقَسَمِ، وَهِيَ: الْوَاوُ، وَالْبَاءُ، وَالتَّاءُ

Maka isim itu dapat dikenali dengan adanya Khafd (kasrah), tanwin, kemasukan Alif dan Lam, serta kemasukan huruf-huruf khafd. Huruf-huruf khafd tersebut adalah: Min, Ila, ‘An, ‘Ala, Fi, Rubba, Ba, Kaf, dan Lam, serta huruf-huruf sumpah (qasam), yaitu: Wawu, Ba, dan Ta.

Penjelasan

Tanda Utama Isim (Alamatul Isim)
1. Al-Khafdu (الْخَفْضُ) / Kasrah

Secara bahasa berarti turun, sedangkan menurut istilah nahwu adalah perubahan khusus yang ditandai dengan kasrah atau penggantinya. Jika suatu kata harakat akhirnya kasrah (atau berkedudukan kasrah), maka kata tersebut adalah isim.

Contoh: مَرَرْتُ بِبَكْرٍ (Marartu bi-Bakrin).

Kata بَكْرٍ adalah isim karena berharakat kasrah di akhirnya.

2. At-Tanwin (التَّنْوِينُ)

At-tanwin secara bahasa berarti bersuara; Anda dapat mengatakan “nawwana ath-thairu”, yang artinya burung itu bersuara.

Sedangkan dalam istilah ahli nahwu, at-tanwin adalah nun mati (sukun) tambahan yang mengikuti bagian akhir kata isim dalam pengucapan (lafadz), namun berpisah dengannya dalam penulisan (khat), karena penulisan huruf nun tersebut sudah tidak diperlukan lagi berkat adanya pengulangan harakat (menjadi double) saat pemberian harakat dengan pena dengan dhommatain ( ٌ ), fathatain ( ً ), atau kasratain ( ٍ ). Contohnya: Muhammadun, Kitabun, Ihin, Shahin, Muslimatin, Fathimatin, Hina’izin, dan Sa’ata’izin. Kata-kata ini seluruhnya adalah isim, dengan bukti adanya tanwin di akhir setiap kata tersebut.

Tanwin adalah suara nun mati (sukun) tambahan yang berada di akhir isim secara lafadz (terdengar), tetapi tidak dituliskan dalam bentuk huruf nun. Ditandai dengan dhommatain ( ٌ ), fathatain ( ً ), atau kasratain ( ٍ ).

Contoh: كِتَابٌ (Kitabun), رَجُلًا (Rajulan), بَيْتٍ (Baitin).

3. Kemasukan Alif dan Lam (دُخُولُ الْأَلِفِ وَاللَّامِ)

Tanda ketiga yang merupakan tanda-tanda isim adalah kemasukan alif dan lam (ال) di awal kalimat.

Contoh:

الرجل، الغلام، الفرس، الكتاب، البيت، المدرسة

Kata-kata itu semuanya adalah isim karena dimasuki alif dan lam di awal kata tersebut.

4. Kemasukan Huruf Khafd / Huruf Jar (دُخُولُ حَرْفٍ مِنْ حُرُوفِ الْخَفْضِ)

Tanda keempat (dari tanda-tanda isim) adalah: kemasukan salah satu huruf dari huruf-huruf khafd (huruf jar). Contohnya: ذَهَبْتُ مِنَ الْبَيْتِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ “Dzahabtu minal-baiti ilal-madrasati” (Aku pergi dari rumah ke sekolah). Maka masing-masing dari kata “al-bait” (rumah) dan “al-madrasah” (sekolah) adalah isim, karena kemasukan huruf khafd pada keduanya, serta karena adanya “Al” (alif lam) di awal kedua kata tersebut.

Huruf-huruf khafd itu adalah:

  • «مِنْ» (Min): Di antara maknanya adalah al-ibtida’ (permulaan/berasal dari), contohnya: “Sâfartu minal-Qâhirati” (Aku bepergian dimulai dari Kairo).
  • «إِلَى» (Ila): Di antara maknanya adalah al-intiha’ (pengakhiran/sampai ke), contohnya: “Sâfartu ilal-Iskandariyyati” (Aku bepergian sampai ke Iskandariyah).
  • «عَنْ» (‘An): Di antara maknanya adalah al-mujâwazah (melewati/melintasi), contohnya: “Ramaitus-sahma ‘anil-qausi” (Aku melepaskan anak panah melintasi busur).
  • «عَلَى» (‘Ala): Di antara maknanya adalah al-isti‘la’ (di atas/menunggangi), contohnya: “Sha‘adtu ‘alal-jabali” (Aku mendaki di atas gunung).
  • «فِي» (Fi): Di antara maknanya adalah azh-zharfiyyah (keterangan tempat/di dalam), contohnya: “Al-mâ’u fil-kûzi” (Air itu berada di dalam kendi).
  • «رُبَّ» (Rubba): Di antara maknanya adalah at-taqlîl (menunjukkan arti jarang/sedikit), contohnya: “Rubba rajulin karîmin qâbalanî” (Seringkali/jarang sekali laki-laki mulia menemuiku).
  • «البَاءُ» (Ba): Di antara maknanya adalah at-ta‘diyyah (membuat kata kerja butuh objek/melalui), contohnya: “Marartu bil-wâdî” (Aku berjalan melalui lembah).
  • «اللاَّمُ» (Lam): Memiliki beberapa makna, di antaranya:
    1. Al-milk (kepemilikan), contohnya: “Al-mâlu li-Muhammadin” (Harta itu milik Muhammad).
    2. Al-ikhtishâsh (kekhususan), contohnya: “Al-bâbu lid-dâri” (Pintu itu khusus untuk rumah) dan “Al-hashîru lil-masjidi” (Tikar itu khusus untuk masjid).
    3. Al-istihqâq (kelayakan/hak), contohnya: “Al-hamdu lillâhi” (Segala puji hanya layak bagi Allah).

Dan di antara huruf-huruf khafdh adalah huruf-huruf qasam (sumpah). Huruf sumpah ini ada tiga:

  1. Pertama, Wawu (الواو): Huruf ini tidak bisa masuk kecuali pada isim dzahir (kata benda yang tampak/bukan kata ganti), contohnya: “Wallâhi” (Demi Allah), dan seperti ayat: “Wat-thûri wa kitâbim-masthûr” (Demi bukit Thursina, dan kitab yang tertulis), serta ayat: “Wat-tîni waz-zaitûni wa thûri sînîn” (Demi buah tin, buah zaitun, dan bukit Sinai).
  2. Kedua, Ba (الباء): Huruf ini tidak mengkhususkan pada satu lafadz tertentu saja, melainkan bisa masuk ke isim dzahir, contohnya: “Billâhi la-ajtahidanna” (Demi Allah, aku benar-benar akan bersungguh-sungguh), dan bisa juga masuk ke isim dhamir (kata ganti), contohnya: “Bika la-adhribannal-kasûla” (Demi Engkau, aku benar-benar akan memukul orang yang malas itu).
  3. Ketiga, Ta (التاء): Huruf ini tidak bisa masuk kecuali khusus pada lafadz Jalalah (nama Allah) saja, seperti ayat: “Watallâhi la-akîdanna ash-nâmakum” (Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu).

Tabel

HurufArti UmumContoh
مِنْ (Min)Dari / Sebagianسِرْتُ مِنْ الْبَصْرَةِ (Aku berjalan dari Basrah)
إِلَى (Ila)Ke / Sampaiسِرْتُ إِلَى الْكُوفَةِ (Aku berjalan ke Kufah)
عَنْ (‘An)Dari / Melintasiرَمَيْتُ السَّهْمَ عَنْ الْقَوْسِ (Aku memanah dari busur)
عَلَى (‘Ala)Di atasالصُّعُودُ عَلَى الْجَبَلِ (Mendaki di atas gunung)
فِي (Fi)Di / Di dalamالْمَاءُ فِي الْكُوزِ (Air di dalam kendi)
رُبَّ (Rubba)Sedikit / Banyakرُبَّ رَجُلٍ كَرِيمٍ لَقِيتُهُ (Jarang sekali/sering kali lelaki mulia yang kutemui)
بِـ (Bi)Dengan / Diمَرَرْتُ بِـالْوَادِي (Aku berpapasan di lembah)
كَـ (Ka)Sepertiلَيْلَى كَـالْبَدْرِ (Layla seperti bulan purnama)
لِـ (Li)Milik / Untukالْمَالُ لِـزَيْدٍ (Harta itu milik Zaid)

Tambahan: Huruf Qasam (Sumpah)

  • Wawu (و): Hanya masuk ke isim dzahir (tampak), contoh: وَاللّٰهِ (Wallahi).
  • Ba (ب): Bisa masuk ke isim dzahir maupun dhomir (kata ganti), contoh: بِاللّٰهِ (Billahi) atau بِكَ (Bika – Demi Engkau).
  • Ta (ت): Hanya masuk khusus pada lafadz Jalalah, contoh: تَاللهِ (Tallahi).

Tinggalkan komentar