Bab Khulu’ (Gugat Cerai)

133 PembacaSecara Bahasa: Al-Khulu’ dibaca dengan mendomahkan huruf Kha’, berasal dari kata al-khalعي yang difatahkan huruf Kha’-nya, yang berarti mencabut dan menghilangkan. Kata ini diambil dari analogi melepas pakaian (khal’u ats-tsaub), yaitu mencopot dan menghilangkannya. Dikatakan dalam bahasa Arab: “Khala’a tsaubahu khal’an” (ia melepas pakaiannya) dengan fathah, dan “Khala’a imra’atahu khul’an” (ia mengkhulu’ istrinya) dengan …

Read more

Larangan Berlebihan dalam Memukul Istri

95 Pembacaعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَمْعَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَجْلِدْ أَحَدُكُمُ امْرَأَتَهُ جَلْدَ الْعَبْدِ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ Dari Abdullah bin Zam’ah radiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian mencambuk istrinya seperti cambukan seorang budak.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari. Pembahasan …

Read more

Qashidah Lamiyah Libni Taimiyah

129 Pembacaالْقَصِيدَةُ اللَّامِيَّةُ فِي السُّنَّةِ “Al-Qashidah Al-Lamiyyah fis Sunnah” “Syair Berakhiran Huruf Lam tentang Sunnah (Aqidah)” نَظَمَهَا شَيْخُ الْإِسْلَامِ أَبو العَبَّاسِ ، نَقِيُّ الدِّيْنِ، أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْحَلِيمِ الحَرَّانِيُّ الدِّمَشْقِيُّ ابن تيمية (ت:۷۲۸ هـ) Digubah (atau disusun dalam bentuk bait syair) oleh Syaikhul Islam, Abu al-Abbas, Naqiyuddin, Ahmad bin Abdul Halim al-Harrani ad-Dimasqi Ibn Taimiyyah …

Read more

Undian di Antara para Istri Ketika Hendak Membawa Salah Satu dari Mereka dalam Perjalanan (Safar)

129 Pembacaوَعَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِذَا أَرَادَ سَفَراً أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ ، فَأَيْتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah ﷺ apabila hendak melakukan suatu perjalanan (safar), beliau akan mengundi di antara istri-istrinya. Siapa saja di antara mereka yang keluar nomor undiannya (namanya), maka beliaulah …

Read more

Syari’at Pembagian Hari (Gilir Nabi) dalam Keadaan Sakit

86 Pembaca عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَسْأَلُ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ: «أَيْنَ أَنَا غَداً؟» يُرِيدُ يَوْمَ عَائِشَةَ، فَأَذِنَ لَهُ أَزْوَاجُهُ يَكُونُ حَيْثُ شَاءَ، فَكَانَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah ﷺ ketika sedang sakit yang membawa kepada wafatnya, beliau sering bertanya: “Di mana …

Read more

Kebolehan Mengunjungi Istri yang Bukan Gilirannya, Jika Sang Suami Memperlakukan Seluruh Istrinya dengan Cara yang Sama

86 Pembacaعَنْ عُرْوَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ قَالَ: قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: يَا ابْنَ أُخْتِي، كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يُفَضِّلُ بَعْضَنَا عَلَى بَعْضٍ فِي الْقَسْمِ مِنْ مُكْثِهِ عِنْدَنَا، وَكَانَ قَلَّ يَوْمٌ إِلَّا وَهُوَ يَطُوفُ عَلَيْنَا جَمِيعاً فَيَدْنُوَ مِنْ كُلِّ امْرَأَةٍ مِنْ غَيْرِ مَسِيسٍ، حَتَّى يَبْلُغَ الَّتِي هُوَ يَوْمُهَا، فَيَبِيتُ عِنْدَهَا. رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَاللَّفْظُ …

Read more

Kebolehan Seorang Istri Memberikan Gilirannya kepada Madunya (Istri Lain Suaminya)

97 Pembacaعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا لِعَائِشَةَ. وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْسِمُ لِعَائِشَةَ يَوْمَهَا وَيَوْمَ سَوْدَةَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Saudah binti Zam’ah memberikan hari gilirannya kepada Aisyah. Karena itulah, Nabi ﷺ selalu membagi hari giliran untuk Aisyah sebanyak dua hari; yaitu hari giliran Aisyah sendiri dan …

Read more

Pemberian Pilihan bagi Janda untuk Menentukan Lama Waktu Tinggal Bersamanya, antara Tiga atau Tujuh Hari

81 Pembacaعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ لَمَّا تَزَوَّجَهَا أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا، وَقَالَ: «إِنَّهُ لَيْسَ بِكِ عَلَى أَهْلِكِ هَوَانٌ، إِنْ شِئْتِ سَبَّعْتُ لَكِ، وَإِنْ سَبَّعْتُ لَكِ سَبَّعْتُ لِنِسَائِي. رَوَاهُ مُسْلِمٌ. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha: “Bahwa Nabi ﷺ ketika menikahinya, beliau tinggal bersamanya selama tiga hari, lalu beliau bersabda: ‘Sesungguhnya engkau tidak …

Read more

Durasi Tinggal Bersama Istri Baru

91 Pembaca وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: مِنَ السُّنَّةِ إِذَا تَزَوَّجَ الرَّجُلُ الْبِكْرَ عَلَى الثَّيِّبِ أَقَامَ عِنْدَهَا سَبْعًا، ثُمَّ قَسَمَ، وَإِذَا تَزَوَّجَ الثَّيِّبَ أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا، ثُمَّ قَسَمَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Termasuk sunnah (ajaran Nabi), apabila seorang laki-laki menikahi seorang gadis (perawan) sedangkan ia telah memiliki istri …

Read more

Wajibnya Berbuat Adil di Antara Para Istri dalam Hal-Hal yang Dimampui

103 Pembaca عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ. رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ، وَسَنَدُهُ صَحِيحٌ. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang memiliki dua orang istri lalu ia lebih condong (berbuat tidak adil) kepada salah satunya, maka …

Read more