Mandhumah Khaiyyah/المنظومة الحائية

619 Pembaca

‌تَمَسَّكْ ‌بِحَبْلِ ‌اللَّهِ ‌وَاتَّبِعِ ‌الْهُدَى … وَلَا تَكُ بِدْعِيًا لَعَلَّكَ تُفْلِحُ

Berpegang teguhlah pada tali Allah dan ikutilah petunjuk (sepenuh hati)
Janganlah menjadi ahli bid’ah, niscaya keberuntungan kan selalu menemani

وَدِنْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَالسُّنَنِ الَّتِي … أَتَتْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ تَنْجُو وَتَرْبَحُ

Beragamalah dengan Kitabullah, Serta Sunnah-Sunnah
Yang berasal dari Rasulullah, Niscaya dirimu kan selamat dan beruntung.

وَقُلْ: غَيْرُ مَخْلُوقٍ كَلَامُ مَلِيكِنَا … بِذَلِكَ دَانَ الْأَتْقِيَاءُ وَأَفْصَحُوا

Katakanlah: “Kalam Raja (Tuhan) kita itu bukanlah makhluk!”
Dengannya (hati) orang bertakwa beragama dan tunduk
serta jelaskan (perkara itu kepada manusia)

وَلَا تَكُ فِي الْقُرْآنِ بِالْوَقْفِ قَائِلًا … كَمَا قَالَ أَتْبَاعٌ لِجَهْمٍ وَأَسْجَحُوا

Janganlah kau Mengatakan tawaquf dalam urusan Al-Quran,
Seperti pengikut Jahmiyah dan orang-orang meremehkan penuh keraguan.

وَلَا تَقُلِ: الْقُرْآنُ خَلْقًا قَرَاءَةً … فَإِنَّ كَلَامَ اللَّهِ بِاللَّفْظِ يُوضَحُ

Jangan kau sebut Al-Quran sebagai makhluk ketika dibaca,
Karena Kalam Allah itu mulia, lewat lafal dijelaskan nyata.

وَقُلْ يَتَجَلَّى اللَّهُ لِلْخَلْقِ جَهْرَةً … كَمَا الْبَدْرُ لَا يَخْفَى وَرَبُّكَ أَوْضَحُ

Katakanlah: Allah ’kan menampakkan diri (di akhirat) kepada makhluk secara nyata,
Laksana purnama yang tak tersembunyi, bahkan Tuhanmu lebih jelas terlihat nanti.

وَلَيْسَ بِمَوْلُودٍ وَلَيْسَ بِوَالِدٍ … وَلَيْسَ لَهُ شِبْهٌ تَعَالَى الْمُسَبَّحُ

Dia tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan, (tak ada yang menyamai),
Tiada satu pun yang serupa dengan-Nya, Maha Tinggi lagi Maha Suci.

وَقَدْ يُنْكِرُ الْجَهْمِيُّ هَذَا وَعِنْدَنَا … بِمِصْدَاقِ مَا قُلْنَا حَدِيثٌ مُصَرِّحُ

Sungguh orang Jahmiyah itu menolak dan mengingkari hal ini
Padahal hadis yang jelas menjadi bukti pembenar yang kita miliki

رَوَاهُ جَرِيرٌ عَنْ مَقَالِ مُحَمَّدٍ … فَقُلْ مِثْلَ مَا قَدْ قَالَ فِي ذَاكَ تَنْجَحُ

Yaitu riwayat Jarir dari sabda Nabi Muhammad (kepada insani),
Maka katakanlah seperti sabda beliau, niscaya sukses ’kan kau dapati.

وَقَدْ يُنْكِرُ الْجَهْمِيُّ أَيْضًا يَمِينَهُ … وَكِلْتَا يَدَيْهِ بِالْفَوَاضِلِ تَنْفَحُ

Kaum Jahmiyah pun (lancang menolak) tangan kanan-Nya dan mengingkari,
Padahal kedua tangan-Nya selalu membentang luas guna memberi

وَقُلْ: يَنْزِلُ الْجَبَّارُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ … بِلَا كَيْفٍ جَلَّ الْوَاحِدُ الْمُتَمَدَّحُ

Katakanlah: Al-Jabbar turun setiap malam tanpa kita ketahui
Bagaimana caranya, Dialah Yang Maha Agung, Esa, lagi Maha Terpuji

إِلَى طَبَقِ الدُّنْيَا يَمُنُّ بِفَضْلِهِ … فَتُفْرَجُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُفْتَحُ

Ke langit dunia Dia turun melimpahkan karunia (yang memenuhi)
Maka pintu-pintu langit pun dibukakan dengan lapang (dan berseri
)

يَقُولُ: أَلَا مُسْتَغْفِرٍ يَلْقَى غَافِرًا … وَمُسْتَمْنِحٌ خَيْرًا وَرِزْقًا فَيُمْنَحُ

Dia berfirman: “Adakah yang memohon ampunan untuk diri, niscaya ia berjumpa dengan Zat Pengampun (yang menanti)
Dan adakah yang meminta karunia serta rezeki, niscaya kebaikan itu akan diberikan untuk memenuhi.

رَوَى ذَاكَ قَوْمٌ لَا يُرَدُّ حَدِيثُهُمْ … أَلَا خَابَ قَوْمٌ كَذَّبُوهُمْ وَقُبِّحُوا

Perkara itu dibawa oleh kaum yang hadisnya tak mungkin diingkari
Ketahuilah, sungguh rugi dan betapa buruknya kaum yang mendustakan riwayat ini!

وَقُلْ: إِنَّ خَيْرَ النَّاسِ بَعْدَ مُحَمَّدٍ … وَزِيرَاهُ قِدْمًا ثُمَّ عُثْمَانُ الْأَرْجَحُ

Katakanlah: “Sesungguhnya sebaik-baik manusia setelah wafatnya sang Nabi,
Adalah dua menterinya, lalu Utsman menurut pendapat yang kuat (lagi teruji
)

وَرَابِعُهُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ بَعْدَهُمُ … عَلِيٌّ حَلِيفُ الْخَيْرِ بِالْخَيْرِ مُنْجِحُ

Dan yang keempat adalah manusia terbaik setelah tiga khalifah (yang terpuji)
Dialah Ali, sang sekutu kebaikan yang keberhasilan selalu menyertai

وَإِنَّهُمْ لَلرَّهْطُ لَا رَيْبَ فِيهِمُ … عَلَى نُجِبِ الْفِرْدَوْسِ فِي الْخُلْدِ تَسْرَحُ

Sungguh mereka kelompok mulia yang tak diragukan lagi kebaikan yang dimiliki,
Mereka berjalan-jalan menunggangi unta terbaik di Firdaus, surga yang kekal abadi

سَعِيدٌ وَسَعْدٌ وَابْنُ عَوْفٍ وَطَلْحَةُ … وَعَامِرُ فِهْرٍ وَالزُّبَيْرُ الْمُمَدَّحُ

Sa’id, Sa’d, Ibnu ‘Auf, dan Thalhah

Amir Fihr (Abu Ubaidah), serta Az-Zubair yang terpuji

وَقُلْ: خَيْرُ قَوْلٍ فِي الصَّحَابَةِ كُلِّهِمُ … وَلَا تَكُ طَعَّانًا تَعِيبُ وَتَجْرَحُ

Katakanlah perkataan terbaik tentang para sahabat (yang setia mendampingi)
Jangan pernah kamu mencela mereka, dan jangan pula kehormatannya kau lukai.

فَقَدْ نَطَقَ الْوَحْي الْمُبِينُ بِفَضْلِهِمُ … وَفِي الْفَتْحِ آيٌ فِي الصَّحَابَةِ تَمْدَحُ

Sungguh wahyu Ilahi telah menjelaskan keutamaan yang mereka miliki
Dan di dalam Surah Al-Fath terdapat untaian ayat yang terus memuji

الزيادة

Tambahan

وَسِبْطَيْ رَسُوْلِ اللَّهِ وَابْنَيْ خَدِيْجَةً – وَفَاطِمَةٌ ذَاتُ النَّقَاءِ تَبَحْجَحُوا

Dua cucu Nabi, dua putra Khadijah, serta Fathimah pemilik kesucian diri
Mereka semua di dalam surga penuh dengan kegembiraan yang abadi

وَعَائِشُ أُمُّ الْمُؤْمِنِيْنَ وَخَالُنَا – مُعَاوِيَةٌ أَكْرِم بِهِ ثُمَّ امْنَحُ

Juga Aisyah Ummul Mukminin serta paman kami Mu’awiyah, (wajib kita cintai)
Muliakanlah urusannya dan berilah penghormatan tulus dari dalam hati.

وَأَنْصَارُهُ وُالْمُهَاجِرُوْنَ دِيَارَهُمْ … بِنُصْرَتِهِمْ عَنْ كَبَّةِ النَّارِ زُحْزِحُوا

Kaum Ansar serta Muhajirin yang (ikhlas) meninggalkan kampung halaman demi mendampingi,
Berkat pertolongan mereka (kepada Nabi), dari panasnya neraka yang menghancurkan kini mereka terlindungi.

وَمِنْ بَعْدِهِمْ فَالتَّابِعُوْنَ لِحُسْنِ مَآخِذِ … وَأَفْعَالِهِمْ قَوْلاً وَفِعْلًاً فَأَفْلَحُوا

Setelah Sahabat, datanglah para Tabi’in karena baiknya ilmu yang mereka pelajari
Melalui lurusnya perkataan dan perbuatan, jalan keberuntungan pun mereka dapati

وَمَالِكٌ وَالثَّوْرِي ثُمَّ أَخُوْهُمْ … أَبُوْ ُعَمْرٍو اَلْأَوْزَاعِي ذَاكَ الْمُسَبِّحُ

Dan Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, serta saudara sealiran yang membersamai
Yaitu Abu Amr Al-Auza’i, (sosok ahli ibadah) yang senantiasa bertasbih dan memuji

وَمِنْ بَعْدِهِمْ فَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ … إِمَامَا هُدَى مَنْ يَتْبَعِ الْحَقَّ يَفْصَحُ

Dan setelah mereka, (maka datanglah) Imam Asy-Syafi’i dan Ahmad yang terpuji
Keduanya adalah imam petunjuk, barangsiapa mengikuti kebenaran niscaya kejelasan ’kan didapati

أُوْلَئِكَ قَوْمٌ قَدْ عَفَا اللُه عَنْهُمْ … فَأَحْبِِبْهُمْ فَإِنَّكَ تَفْرَحُ

Mereka itulah kaum yang sungguh ampunan Allah telah datang melingkupi,
Maka cintailah mereka dengan tulus, niscaya kebahagiaan surga ’kan kau tinggali

وَبِالْقَدَرِ الْمَقْدُورِ أَيْقِنْ فَإِنَّهُ … دِعَامَةُ عِقْدِ الدِّينِ وَالدَّيْنُ أَفْيَحُ

Dan terhadap takdir yang telah digariskan, yakinkanlah sepenuhnya di dalam hati
Karena ia adalah pilar pengikat agama, dan syariat Islam ini begitu luas lagi menaungi

وَلَا تُنْكِرَنَّ جَهْلًا نَكِيرًا وَمُنْكَرًا … وَلَا الْحَوْضَ وَالْمِيزَانَ إِنَّكَ تُنْصَحُ

Dan jangan sekali-kali karena kebodohan, malaikat Nakir dan Munkar kau ingkari
Jangan pula (kau ingkari) telaga Nabi dan timbangan amal, sungguh engkau sedang dinasihati

وَقُلْ: يُخْرِجُ اللَّهُ الْعَظِيمُ بِفَضْلِهِ … مِنَ النَّارِ أَجْسَادًا مِنَ الْفَحْمِ تُطْرَحُ

Dan katakanlah: Allah Yang Maha Agung dengan karunia-Nya akan mengeluarkan kaum yang terbakar diri
Dari dalam neraka, tubuh-tubuh yang telah gosong bagai arang dilemparkan (ke sungai kehidupan) agar kembali mendiami

عَلَى النَّهَرِ فِي الْفِرْدَوْسِ تَحْيَا بِمَائِهِ … كَحَبَّةِ حَمْلِ السَّيْلِ إِذْ جَاءَ يَطْفَحُ

Di atas sungai pelataran Surga Firdaus jasad mereka tumbuh hidup kembali karena air yang mengaliri
Laksana tumbuhnya benih di dalam lumatan buih luapan banjir yang datang membasahi

وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ لِلْخَلْقِ شَافِعٌ … وَقُلْ فِي عَذَابِ الْقَبْرِ: حَقٌّ مُوَضَّحُ

Dan sesungguhnya Rasulullah adalah pemberi syafaat bagi seluruh makhluk yang mendampingi
Dan katakanlah tentang azab kubur: Ia adalah sebuah kebenaran nyata yang hujahnya menerangi

وَلَا تُكَفِّرَنَّ أَهْلَ الصَّلَاةِ وَإِنْ عَصَوْا … فَكُلُّهُمْ يَعْصِي وَذُو الْعَرْشِ يَصْفَحُ

Dan jangan sekali-kali kamu mengafirkan ahli kiblat (kaum muslimin) walau kemaksiatan tak mampu mereka batasi
Karena setiap manusia pasti berbuat dosa, sedangkan Allah Pemilik Arsy senantiasa memaafkan dan mengampuni

وَلَا تَعْتَقِدْ رَأْيَ الْخَوَارِجِ إِنَّهُ … مَقَالٌ لِمَنْ يَهْوَاهُ يُرْدِي وَيَفْضَحُ

Dan janganlah engkau meyakini pemikiran kaum Khawarij sebagai sebuah ideologi
Karena ia adalah ucapan yang akan membinasakan serta menghinakan orang yang mengotori diri

وَلَا تَكُ مُرْجِئًا لَعُوبًا بِدِينِهِ … أَلَا إِنَّمَا الْمُرْجِيُّ بِالدَّيْنِ يَمْزَحُ

Dan janganlah engkau menjadi seorang Murji’ah yang suka mempermainkan agamanya sendiri
Ketahuilah, sesungguhnya kaum Murji’ah itu hanyalah bersenda gurau dan menodai kesucian asas religi

وَقُلْ: إِنَّمَا الْإِيمَانُ قَوْلٌ وَنِيَّةٌ … وَفِعْلٌ عَلَى قَوْلِ النَّبِيِّ مُصَرَّحُ

Dan katakanlah: Sesungguhnya iman itu meliputi perkataan, amal perbuatan, serta niat di dalam hati
Serta selaras di atas petunjuk dan sabda Nabi yang telah menjelaskan secara gamblang guna mendampingi

وَيَنْقُصُ طَوْرًا بِالْمَعَاصِي وَتَارَةً … بِطَاعَتِهِ يُنَمَّى وَفِي الْوَزْنِ يَرْجَحُ

Dan iman itu kadang kala berkurang drastis disebabkan maksiat yang mengotori diri
Namun di waktu lain ia akan tumbuh subur dengan ketaatan, hingga bobot timbangannya unggul memuncaki

وَدَعْ عَنْكَ آرَاءَ الرِّجَالِ وَقَوْلَهُمْ … فَقَوْلُ رَسُولِ اللَّهِ أَزْكَى وَأَشْرَحُ

Maka tinggalkanlah olehmu segala pemikiran logis murni manusia serta opini yang mereka buat-buat sendiri
Karena sabda Rasulullah itu jauh lebih suci, lebih bersih, dan paling melapangkan dada bagi yang mencari

وَلَا تَكُ مِنْ قَوْمٍ تَلَهَّوْا بِدِينِهِمْ … فَتَطْعَنُ فِي أَهْلِ الْحَدِيثِ وَتَقْدَحُ

Dan janganlah engkau menjadi bagian dari kaum yang menjadikan agama mereka sekadar main-main tak berarti
Sehingga lisanmu dengan lancang mencela, menjatuhkan, dan memburuk-burukkan para ahli hadis pembela religi

إِذَا مَا اعْتَقَدْتَ الدَّهْرَ يَا صَاحِ هَذِهِ … فَأَنْتَ عَلَى خَيْرٍ تَبِيتُ وَتُصْبِحُ

Jika engkau telah meyakini prinsip akidah ini sepanjang sisa umurmu wahai sahabatku yang sehati
Maka engkau berada di atas jalan kebaikan yang membentang, baik di waktu malam maupun di saat pagi hari

المراجع

الشريعة للآجري   (الآجري)، القسم: كتب السنة، الكتاب: الشريعة، المؤلف: أبو بكر محمد بن الحسين بن عبد الله الآجُرِّيُّ البغدادي (ت 360 هـ)، المحقق: الدكتور عبد الله بن عمر بن سليمان الدميجي، الناشر: دار الوطن – الرياض،الطبعة: الثانية، 1420 هـ – 1999 م، عدد الأجزاء: 5، [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع]، تاريخ النشر بالشاملة: 8 ذو الحجة 1431

الجزء: 5، الصفجة: 2562، الرقم: 2075

شرح المنظومة الحائية في عقيدة أهل السنة والجماعة، أبوداود سليمان بن أشعث السجستاني، صالح بن فوزان، الرياض، 1426 ه، 232 ص

Tinggalkan komentar