Fawaid Ta’lim
قل ٱمنت بالله ثم استقم
Iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan dan amalan dengan anggota badan.
Bertanya adalah kunci ilmu.
Para ulama dahulu mencatat ilmu yang didapatkan dari guru-gurunya.
Para sahabat dahulu selalu bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentnag permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi.
Jika kita mengajar atau memberi nasihat hendaknya nasihat atau pelajaran itu disampaikan dengan kalimat yang singkat dan jelas.
Sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang singkat dan jelas (mudah dipahami).
Ucapan salaf dahulu biasanya singkat, padat berisi dan sangat berbobot berbeda dengan ucapan-ucapan orang sekarang.
قل ٱمنت بالله ثم اتقم
Hadis ini merupakan hadis yang singkat padat, berisi dan sangat mudah dipahami.
Arti kalimat termsebut katakanlah: “Aku beriman kepada Allah” kemudian Istiqamahlah.”
Makna aku beriman kepada Allah sangat luas, kemudian istiqamahlah maksudnya perintah untuk beristiqamah.
Maksud istiqamah adalah:
1. Ucapan tersebut harus benar-benar diucapkan dengan hati dan benar-benar meresap ke hati bukan hanya di lisan.
2. Memgamalkan keimanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3. Makna iman kepada Allah diantaranya: meyakini Allah sebagai pencipta, pemberi rizki dan satu-satunya Zat yang wajib di sembah.
4. Hanya menyembah Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun.
5. Wajib meninggalkan segala bentuk kesyirikan dalam keadaan apapun, baik ketika dalam keadaan bahagia maupun ketika dalam keadaan tidak bahagia.
6. Rukun iman yang lain merupakan bagian dari iman kepada Allah.
7. Mengimani setiap perkara yang diinformasikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam kitabnya, termasuk tentang malaikat, kitab, para rasul, hari akhir dan taqdir.
8. Keimanan kepada hari akhir menjadikan kita berhati-hati dalam menjalanikehidupannya di dunia karena setiap tindakan dan ucapannya akan dimintai pertanggung jawabannya.
9. Iman jepada hari akhir akan mengantarkan kita untuk selalu berbuat baik.
10. Beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi berarti harus melaksanakan apa yang diperintahkan beliau dan menjauhi apa yang dilarang.
Orang-orang yang beriman dan beristiqamah dalam keimanannya kelak akan mendapat balasan berupa surga yang oenuh kenikmatan.
Orang beriman dan beristiqamah kelak akan didatangi malaikat dan malaikat itu akan memberikan ketenangan kepadanya ketika sakaratul maut, mereka akan memberi kabar gembira dan menghiburnya supaya tidak takut dan tidak bersedih hati.
Dari hadis ini kita dapat mengambil pelajaran tentang kewajiban untuk mempelajari rukun iman.
Untuk memngamalkan hadis ini dengan baik maka kita harus mempelajari dengan baik tentnag rukun iman yang ada enam.
Masjid Jamilurrahman, Wirokerten, Banguntapan, Bantuo, Rabu 30 September 2026. Bakda Subuh sampai jam 05.28.
Coba fawaid taklim itu diperbaiki jika ada kesalahan ketik dan bahasa dan diberi tanda baca tapi jangan terlalu banyak perubahan ya.
Berikut adalah hasil perbaikan ketik (typo), bahasa, dan tanda baca dari faedah (fawaid) taklim tersebut tanpa mengubah struktur dan makna aslinya:
قل آمَنتُ بِاللَّهِ ثُمَّ استَقِم
Iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan amalan dengan anggota badan.
Bertanya adalah kunci ilmu.
Para ulama dahulu mencatat ilmu yang didapatkan dari guru-gurunya.
Para sahabat dahulu selalu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi.
Jika kita mengajar atau memberi nasihat, hendaknya nasihat atau pelajaran itu disampaikan dengan kalimat yang singkat dan jelas.
Sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang singkat dan jelas (mudah dipahami).
Ucapan salaf dahulu biasanya singkat, padat berisi, dan sangat berbobot, berbeda dengan ucapan-ucapan orang sekarang.
قل آمَنتُ بِاللَّهِ ثُمَّ استَقِم
Hadis ini merupakan hadis yang singkat, padat, berisi, dan sangat mudah dipahami.
Arti kalimat tersebut: Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah,” kemudian istiqamahlah.
Makna “aku beriman kepada Allah” sangat luas, kemudian “istiqamahlah” maksudnya adalah perintah untuk beristiqamah.
Maksud istiqamah adalah:
- Ucapan tersebut harus benar-benar diucapkan dengan hati dan benar-benar meresap ke dalam hati, bukan hanya di lisan.
- Mengamalkan keimanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
- Makna iman kepada Allah di antaranya: meyakini Allah sebagai Pencipta, Pemberi rezeki, dan satu-satunya Zat yang wajib disembah.
- Hanya menyembah Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
- Wajib meninggalkan segala bentuk kesyirikan dalam keadaan apa pun, baik ketika dalam keadaan bahagia maupun ketika dalam keadaan tidak bahagia.
- Rukun iman yang lain merupakan bagian dari iman kepada Allah.
- Mengimani setiap perkara yang diinformasikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam kitab-Nya, termasuk tentang malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, dan takdir.
- Keimanan kepada hari akhir menjadikan kita berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia, karena setiap tindakan dan ucapannya akan dimintai pertanggungjawabannya.
- Iman kepada hari akhir akan mengantarkan kita untuk selalu berbuat baik.
- Beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti harus melaksanakan apa yang diperintahkan beliau dan menjauhi apa yang dilarang.
Orang-orang yang beriman dan beristiqamah dalam keimanannya kelak akan mendapat balasan berupa surga yang penuh kenikmatan.
Orang beriman dan beristiqamah kelak akan didatangi malaikat, dan malaikat itu akan memberikan ketenangan kepadanya ketika sakaratulmaut. Mereka akan memberi kabar gembira dan menghiburnya supaya tidak takut dan tidak bersedih hati.
Dari hadis ini kita dapat mengambil pelajaran tentang kewajiban untuk mempelajari rukun iman.
Untuk mengamalkan hadis ini dengan baik, maka kita harus mempelajari dengan baik tentang rukun iman yang ada enam.
Masjid Jamilurrahman, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Rabu 30 September 2026. Bakda Subuh sampai jam 05.28.