3 Pembaca
Fawaid Daurah
1. Keutamaan dan Niat Menuntut Ilmu
- Ibadah Mulia: Thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu) merupakan ibadah yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Keikhlasan Niat: Dalam menuntut ilmu, wajib didasari niat yang benar, yaitu ikhlas semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Tujuan dan Sikap dalam Mempelajari Akidah
- Sensitivitas Pembahasan Akidah: Pembahasan akidah sering kali menjadi isu yang sensitif (hangat/panas) karena di dalamnya kerap memuat vonis atau penyebutan terhadap kelompok-kelompok (firqah) yang menyimpang.
- Tujuan Utama: Tujuan mempelajari akidah adalah untuk kepentingan dan perbaikan diri pribadi, bukan untuk mengkritik atau memvonis orang lain.
- Benteng Diri: Mempelajari pemikiran atau kelompok yang menyimpang bertujuan agar kita dapat membentengi diri sendiri dari pemikiran dan pemahaman yang menyimpang tersebut.
3. Hakikat dan Unsur Akidah
- Definisi Akidah: Akidah adalah keyakinan di dalam hati yang diyakini secara penuh (100%) tanpa ada keraguan sedikit pun.
- Ruang Lingkup Hati: Keyakinan di dalam hati mencakup dua hal utama:
- Wawasan (Pengetahuan): Pemahaman tentang mana yang benar dan mana yang batil/salah, serta mana yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat.
- Perasaan (Sikap Hati): Dorongan hati setelah memahami akidah, seperti menyukai atau membenci sesuatu, serta munculnya rasa harap (raja’) dan cemas/takut (khawf).
- Objek Pembahasan Ilmu Akidah: Ilmu akidah membahas apa saja yang wajib diyakini oleh hati beserta hal-hal yang menjadi lawan atau pembatal dari keyakinan tersebut.
- Pengaruh Pengenalan kepada Allah: Ketika seseorang menyadari dan meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Zat Yang Mahabaik, maka akan tumbuh rasa cinta dan senang kepada-Nya.
- Makna Harap dan Cemas:
- Rasa Harap (Raja’): Munculnya dorongan untuk memperoleh apa yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Rasa Cemas/Takut (Khawf): Rasa khawatir dan takut terkena ancaman atau azab dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Kedewasaan Hakiki dan Urgennya Akidah
- Definisi Orang Dewasa secara Syar’i: Orang yang dewasa adalah orang yang memiliki wawasan yang benar dan perasaan yang benar sesuai dengan tuntunan Allah Subhanahu wa Ta me selaras dengan Rasul-Nya.
- Keseimbangan Perasaan: Orang dewasa memiliki perasaan yang seimbang: mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, serta membenci apa yang dimurkai-Nya.
- Kedudukan Akidah: Mempelajari akidah sangat penting karena ilmu ini bertugas menata dan menertibkan hati. Jika hatinya baik, maka seluruh anggota badan akan ikut baik.
5. Tahapan (Tingkatan) dalam Belajar Akidah
Belajar akidah hendaknya dilakukan secara bertahap melalui tiga tingkatan:
- Level Mubtadi’ (Pemula):
- Berfokus pada dasar-dasar syariat Islam yang paling pokok, seperti Rukun Iman dan Rukun Islam.
- Enam Rukun Iman:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada malaikat-malaikat-Nya
- Iman kepada kitab-kitab-Nya
- Iman kepada rasul-rasul-Nya
- Iman kepada hari akhir
- Iman kepada takdir yang baik maupun yang buruk
- Tiga Pertanyaan di Alam Kubur (Al-Ushul Ats-Thalatsah):
- Siapa Rabbmu? (Man Rabbuka?)
- Apa agamamu? (Ma Dinuka?)
- Siapa nabimu? (Man Nabiyyuka?)
- Level Mutawassith (Menengah):
- Terdapat penambahan materi dan pembahasan secara rinci (tashil/tafshil), serta mulai diperkenalkannya dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
- Kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah karya Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah umumnya dikategorikan sebagai kitab tingkat menengah (Mutawassith), karena sudah memuat perincian sifat-sifat Allah beserta dalil-dalilnya secara lengkap. (Untuk tingkat dasar/mubtadi’ biasanya dimulai dari kitab seperti Al-Ushul Ats-Thalatsah, Al-Qawa’id Al-Arba’, atau Al-Aqidah Al-Wasithiyyah ringkas).
- Level Mutaqaddim (Lanjutan/Tinggi):
- Memahami prinsip dasar, perincian, dan dalil-dalilnya secara mendalam, serta memiliki kemampuan untuk menyanggah berbagai keraguan (syubhat) dan pemikiran menyimpang.
6. Latar Belakang Penulisan Beberapa Kitab Akidah Karya Ibn Taimiyyah
- Kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah: Disusun karena adanya permintaan dari seorang hakim/qadhi dari daerah Wasith.
- Kitab Al-Aqidah Al-Hamawiyyah: Disusun karena adanya pertanyaan dan permintaan jawaban dari penduduk daerah Hama (Syam/Suriah).
- Kitab Al-Aqidah At-Tadmuriyyah: Disusun karena adanya pertanyaan dan permintaan penjelasan dari penduduk daerah Tadmur (Palmyra).
Disarikan dari risalah Al-Aqidah Al-Wajizah karya Syaikh Abu ‘Ali Muhammad bin Sulaiman Al-Musyarrafi rahimahullah.
Lokasi Daurah: Masjid Pusat Islamic Center Bin Baz, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY, Rabu, 30 September 2026, 07.45 an-Menjelang Dhuhur.