وُجُوبُ طَاعَةِ الوُلَاةِ وَالمَسْؤُولِينَ
Kewajiban Taat Kepada Pemimpin dan Pemerintah
فَيْصَل: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا طَارِقُ. كَيْفَ حَالُكَ اليَوْمَ؟
Faisal: Assalamu’alaikum, wahai Tariq. Bagaimana kabarmu hari ini?
طَارِق: وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ يَا فَيْصَلُ. أَنَا بِخَيْرٍ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ. وَكَيْفَ أَنْتَ؟
Tariq: Wa’alaikumussalam, wahai Faisal. Saya baik-baik saja, alhamdulillah. Bagaimana denganmu?
فَيْصَل: بِخَيْرٍ وَالحَمْدُ لِلَّهِ. كُنْتُ أَقْرَأُ كِتَابًا عَنِ المُجْتَمَعِ، وَتَسَاءَلْتُ: مَا هُوَ سِرُّ اسْتِقْرَارِ الدُّوَلِ؟
Faisal: Baik, alhamdulillah. Tadi saya sedang membaca buku tentang masyarakat, dan saya bertanya-tanya: apa rahasia stabilitas suatu negara?
طَارِق: سِرُّ الاسْتِقْرَارِ بَعْدَ تَوْفِيقِ اللَّهِ هُوَ طَاعَةُ الرَّئِيسِ وَالحُكُومَةِ فِي غَيْرِ مَعْصِيَةٍ. بِدُونِ الطَّاعَةِ، تَصِيرُ الفَوْضَى فِي كُلِّ مَكَانٍ
Tariq: Rahasia stabilitas setelah taufik dari Allah adalah taat kepada pemimpin dan pemerintah selama bukan dalam maksiat. Tanpa ketaatan, kekacauan akan terjadi di mana-mana.
فَيْصَل: صَدَقْتَ. لَقَدْ أَمَرَنَا اللَّهُ تَعَالَى بِذَلِكَ فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ، حَيْثُ قَالَ: “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ”
Faisal: Kamu benar. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita hal tersebut dalam Al-Qur’anul Karim, di mana Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu”.
طَارِق: نَعَمْ، وَأُولُو الأَمْرِ هُمُ الحُكَّامُ وَالعُلَمَاءُ. وَطَاعَةُ الحُكُومَةِ فِي القَوَانِينِ المَصْلَحِيَّةِ، مِثْلِ قَوَانِينِ المُرُورِ وَالنِّظَامِ العَامِّ، هِيَ جُزْءٌ مِنْ طَاعَةِ اللَّهِ
Tariq: Ya, dan Ulil Amri itu adalah para pemimpin dan ulama. Menaati pemerintah dalam peraturan yang membawa maslahat, seperti aturan lalu lintas dan ketertiban umum, adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.
فَيْصَل: وَلَكِنْ، مَاذَا لَوْ أَخْطَأَ المَسْؤُولُونَ؟ هَلْ نَعْصِيهِمْ؟
Faisal: Tetapi, bagaimana jika para pejabat atau pemerintah berbuat salah? Apakah kita mendurhakai mereka?
طَارِق: لَا، النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا أَنْ نَسْمَعَ وَنُطِيعَ فِي العُسْرِ وَالْيُسْرِ، مَا لَمْ يُؤْمَرُ بِإِثْمٍ. وَإِذَا كَانَ هُنَاكَ خَطَأٌ، فَالنَّصِيحَةُ تَكُونُ بِالأَدَبِ وَالحِكْمَةِ، لَيْسَ بِالتَّخْرِيبِ أَوْ إِثَارَةِ الفِتَنِ
Tariq: Tidak, Nabi SAW mengajarkan kita untuk mendengar dan taat dalam keadaan susah maupun mudah, selama tidak diperintahkan berbuat dosa. Dan jika ada kesalahan, maka nasihat itu disampaikan dengan adab dan hikmah, bukan dengan merusak atau memicu fitnah/kekacauan.
فَيْصَل: فَهِمْتُ الآنَ. إِذَنْ، طَاعَةُ النِّظَامِ تَحْفَظُ أَمْنَ البِلَادِ، وَتَحْمِي حُقُوقَ النَّاسِ، وَتَجْعَلُ الحَيَاةَ سَهْلَةً
Faisal: Aku paham sekarang. Kalau begitu, menaati sistem/aturan itu menjaga keamanan negara, melindungi hak-hak manusia, dan membuat hidup menjadi mudah.
طَارِق: صَحِيحٌ جِدًّا. فَالشَّعْبُ وَالحُكُومَةُ مِثْلُ الجَسَدِ الوَاحِدِ، إِذَا تَعَاوَنُوا قَوِيَ الوَطَنُ وَازْدَهَرَ
Tariq: Benar sekali. Rakyat dan pemerintah itu seperti satu tubuh, jika mereka bekerja sama, maka tanah air akan kuat dan maju.
فَيْصَل: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا عَلَى هَذَا التَّوْضِيحِ. نَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يُوَفِّقَ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا فِيهِ خَيْرُ البِلَادِ وَالعِبَادِ
Faisal: Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas penjelasan ini. Kita memohon kepada Allah agar memberi taufik kepada para pemimpin kita menuju apa yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi negara dan rakyat.
طَارِق: آمِينَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ. وَبَارَكَ اللَّهُ فِيكَ
Tariq: Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Dan semoga Allah memberkahimu.
المُفْرَدَات
Kosakata Penting
- طَاعَةُ أُولِي الأَمْرِ (Tha’atu Ulil Amri): Taat kepada pemegang kekuasaan/pemerintah.
- اسْتِقْرَارُ الدُّوَلِ (Istiqrard Duwal): Stabilitas negara-negara.
- الفَوْضَى (Al-Faudha): Kekacauan / Anarki.
- القَوَانِين وَالنِّظَام (Al-Qawanin wan Nidzam): Hukum dan aturan/sistem.
- النَّصِيحَةُ بِالحِكْمَةِ (An-Nashihatu bil Hikmah): Menasihati dengan bijak.