Ilmu Pengobatan Dalam Islam & Beberapa Contoh Sederhana

25 Pembaca

Fawaid Ta’lim

Konsep Kesehatan dan Kedudukan Ilmu Pengobatan dalam Islam

Imam Syafi’i pernah mengatakan bahwa ilmu pengobatan adalah ilmu yang paling utama setelah ilmu tentang halal dan haram. Oleh karena itu, para ulama terdahulu sangat menaruh perhatian besar terhadap ilmu pengobatan. Salah satu ulama yang sangat hebat dan pakar dalam masalah ilmu pengobatan adalah Imam As-Suyuthi.

Metodologi para ulama zaman dahulu dalam menjelaskan sesuatu selalu runut, dimulai dari dalil Al-Qur’an, hadis Nabi, perkataan para sahabat, kemudian disempurnakan oleh perkataan para ulama.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri sangat memperhatikan kesehatan. Salah satu buktinya adalah rutinitas beliau dalam bersiwak; beliau selalu bersiwak untuk menjaga kesehatan mulut.

Dalam memahami ilmu pengobatan ini, para ulama juga menekankan pentingnya memahami bagian-bagian tubuh manusia, bumbu-bumbu dapur, karakteristik hewan, serta tumbuh-tumbuhan dalam bahasa Arab. bahkan, Al-Qur’an terkadang disebut sebagai “rumusan kesehatan” karena banyaknya isyarat medis di dalamnya.

Kaidah Dasar Kesehatan: Larangan Berlebihan

Salah satu rujukan utama para ulama dalam menjaga kesehatan adalah Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 31:

QS. Al-A’raf: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“…Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Manusia ketika makan hendaknya tidak berlebihan agar badan tetap sehat. Faktanya, banyak sekali orang yang sakit disebabkan oleh pola makan dan minum yang berlebihan.

Hubungan Perut, Hati, dan Gangguan Jin

Faktor penyakit dari dalam diri manusia sering kali bersumber dari hati. Konsumsi makanan secara berlebihan dapat mengakibatkan hati menjadi keras, sehingga seseorang menjadi malas beribadah dan mudah berbuat maksiat. Dampak akhirnya adalah munculnya penyakit, baik secara fisik maupun psikis.

Bahkan, berlebihan dalam makan dan minum dapat membuka celah gangguan jin. Orang yang terkena gangguan jin biasanya memiliki pola makan yang meledak-ledak (tidak terkontrol) dan menjadi gampang lupa. Hal ini sejalan dengan peringatan Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 168 (menyempurnakan potongan ayat yang dimaksud):

QS. Al-Baqarah: 168

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Langkah Setan Melalui Makanan dan Minuman:

Setan memiliki berbagai cara untuk menyesatkan manusia melalui apa yang mereka konsumsi, di antaranya:

  • Makan tanpa membaca bismillah.
  • Makan dan minum dengan tangan kiri.
  • Mengonsumsi makanan yang diharamkan oleh syariat.
  • Mengonsumsi makanan yang menjadi pantangan medis bagi dirinya (mencelakakan diri sendiri).
  • Mengonsumsi makanan yang terkombinasi dengan zat atau makanan yang menjadi pantangannya.
  • Makan larut malam secara terus-menerus.

Oleh karena itu, hendaknya kita benar-benar memperhatikan apa yang kita makan. Jangan asal makan; selain kehalalannya, perhatikan juga sisi kesehatan dan kebaikan (thayyib) dari makanan tersebut.

Teori Keseimbangan dan Pasangan (Azwaj)

Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan alam semesta ini dengan prinsip keseimbangan dan berpasang-pasangan. Hal ini ditegaskan dalam Surat Yasin ayat 36:

QS. Yasin: 36

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

“Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”

Zat yang tidak berpasangan hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala semata. Lafaz azwaj atau azwaja (pasangan) diulang di dalam Al-Qur’an kurang lebih sebanyak 70 kali. Pengulangan yang masif ini menunjukkan betapa pentingnya konsep berpasangan tersebut.

Contoh Pasangan di Alam dan Manusia:
  1. Manusia: Berpasangan antara laki-laki dengan perempuan, bukan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan (yang merupakan suatu kebodohan).
  2. Tumbuh-tumbuhan: Pohon kurma memiliki varian jantan dan betina. Pohon kurma betina tidak akan bisa berbuah sebelum diserbuki oleh serbuk bunga dari kurma jantan.
Karakteristik Tubuh dan Makanan (Panas vs Dingin)

Sama seperti alam, tumbuh-tumbuhan dan tubuh manusia juga memiliki sifat dasar (karakteristik) tertentu, yaitu Panas dan Dingin.

  • Contoh tumbuhan bersifat panas: Jahe, kurma matang (tamr).
  • Contoh tumbuhan bersifat dingin: Kafur (kapur barus), timun, melon, semangka.
Metode Pengobatan Berpasangan (Terapi Warna dan Visual)

Muhammad Ibnu Muflih—generasi penerus sekaligus murid dari Ibnul Qayyim—menulis satu bab khusus berjudul: “Fasal Pengobatan dan Penjagaan Kesehatan dengan Cara Menjadikan Sesuatu Secara Berpasangan.”

Konsepnya sederhana: Sehat adalah ketika tubuh kita seimbang, dan sakit terjadi jika keadaan tubuh tidak seimbang.

Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa ketika hati kita sedang kacau balau, hendaknya kita melihat hal yang hijau-hijau (tumbuh-tumbuhan yang berdaun hijau). Selain melihat daun hijau, dianjurkan juga melihat aliran air sungai, lautan, serta memandang wajah orang-orang yang kita cintai karena Allah subhanahu wa ta’ala.

Penerapan terapi berdasarkan tipe tubuh:

  • Tipe Tubuh Dingin & Hati Lemah: Terapinya adalah dengan melihat pasir putih, mandi di laut, dan melihat warna-warna yang cerah (seperti warna buah pepaya).
  • Tipe Tubuh Mudah Marah (Panas): Terapinya adalah dengan melihat warna hijau muda, misalnya dengan mengecat dinding kamar menggunakan warna hijau muda. Orang yang suka marah harus mengontrol emosinya, sebab sifat pemarah dapat memicu darah tinggi dan mengakibatkan cepat mati.
Panduan Khusus Penyakit dan Terapi Makanan
1. Obat Darah Tinggi (Hipertensi)

Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, jenis makanan yang dapat digunakan sebagai obat adalah ikan patin, ikan pari, ikan gabus, mentimun, dan labu siam.

2. Hadis Tentang Lalat dan Penetralan Bakteri

Jika ada lalat yang masuk ke dalam kopi atau bejana makanan/minuman, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberikan tuntunan medis. Hal ini didukung oleh fakta sains ilmiah:

Ketika lalat jatuh ke dalam air, ia akan mencelupkan sayap kirinya terlebih dahulu. Sayap kiri tersebut mengeluarkan sekitar 4.000 hingga 5.000 bakteri jahat. Sementara itu, sayap sebelah kanannya mengandung penawar (bakteri baik) yang mampu membunuh bakteri jahat dari sayap kirinya. Oleh karena itu, benamkan/celupkan sekalian seluruh tubuh lalat tersebut, lalu buang lalatnya, dan airnya tetap aman untuk diminum.

3. Mengharmonisasikan Makanan (Kombinasi Panas & Dingin)

Sebagai bahan tadabur, terdapat hadis dari Abdullah bin Ja’far yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, ia berkata:

HR. Bukhari & Muslim

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ الْقِثَّاءَ بِالرُّطَبِ

“Aku melihat Nabi shallallahu alaihi wa sallam memakan mentimun dengan ruthab (kurma basah).”

Mari kita pahami fase dan sifat kurma:

  • Busyr: Kurma mengkal/setengah matang. Warnanya kuning atau merah, rasanya sepet.
  • Ruthab: Kurma basah/matang segar. Warnanya cokelat, rasanya manis, dan bersifat dingin.
  • Tamr: Kurma kering. Warnanya cokelat tua atau hitam, bersifat panas dan lembap.

Jika memakan kurma (tamr) membuat gigi atau gusi Anda sakit (karena sifat panasnya), maka penawarnya adalah memakan ruthab atau mentimun (yang bersifat dingin). Rasulullah $\text{shallallahu alaihi wa sallam}$ rutin mengombinasikan mentimun dan ruthab.

Diet Ideal ala Ibunda Aisyah text{radhiyallahu anha

Ketika baru menikah dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada usia sekitar 9 tahun, Ibunda Aisyah memiliki tubuh yang sangat kurus. Umumnya, laki-laki kurang menyukai bentuk tubuh yang kurus kering atau sebaliknya, gemuk berlebihan (obesitas).

Untuk mengatasinya, Aisyah rutin mengonsumsi kombinasi ruthab dan mentimun. Karena kedua makanan tersebut memadukan sifat panas dan dingin, tubuh beliau pun berubah menjadi ideal.

Manfaat Diet Kombinasi ini: Orang yang mengalami obesitas bisa mendapatkan tubuh ideal dengan metode ini. Mengonsumsi mentimun dan ruthab secara konsisten selama sepekan dapat menurunkan berat badan sekitar 2 kg, bahkan dalam kasus tertentu bisa menurunkan hingga 35 kg dalam sebulan. Diet model ini tidak menyiksa karena penurunan berat badan berjalan mengikuti ritme alami tubuh.

Kombinasi ini juga berlaku untuk semangka. Dalam hadis sahih riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, dikisahkan bahwa Nabi pernah dihidangkan semangka dan ruthab. Semangka bersifat dingin dan ruthab bersifat panas. Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda:

HR. Abu Dawud & Tirmidzi

خَرَقْنَا حَرَّ هَذَا بِبَرْدِ هَذَا ، وَبَرْدَ هَذَا بِحَرِّ هَذَا

“Kita menetralisir panasnya (kurma) ini dengan dinginnya (semangka) ini, dan dinginnya (semangka) ini dengan panasnya (kurma) ini.”

(Catatan: Istilah “Bithikh” menurut penduduk Makkah merujuk pada syammam atau melon, yang sifatnya sama-sama dingin).

Karena hal inilah, Imam Tirmidzi dan Imam Abu Dawud sampai membuat judul bab khusus dalam kitab mereka, yaitu: Bab Nabi Pernah Makan Ruthab dan Semangka, Bab Mengombinasikan Dua Warna Makanan, serta Bab Mengombinasikan Dua Macam Makanan Secara Bersamaan (kurma kemudian semangka, semangka kemudian kurma, dan seterusnya).

Penanganan Ketidakseimbangan Tubuh (Diagnosis & Terapi)
1. Gangguan Psikologis yang Berdampak Fisik (Kasus Nabi Ya’qub)

Orang yang sering panik, marah, dan sedih yang berlebihan dapat mengakibatkan mata menjadi buta. Hal ini secara historis pernah dialami oleh Nabi Ya’qub alaihis salam setelah kehilangan putra tercintanya, Nabi Yusuf alaihis salam.

Saking sedih, marah, dan paniknya, beliau setiap malam berkeliling kota dan negeri mencari serta memanggil-manggil Nabi Yusuf alaihis salam (sehingga beliau dijuluki Israil). Akibat kesedihan yang mendalam tersebut, Nabi Ya’qub alaihis salam mengalami kebutaan selama enam tahun.

Beliau akhirnya sembuh dari kebutaan setelah mencium aroma pakaian Nabi Yusuf. Secara medis, kesembuhan itu dipicu oleh rasa bahagia dan senang yang luar biasa yang mengembalikan keseimbangan tubuhnya, namun yang mutlak dan paling benar adalah bahwa peristiwa tersebut merupakan mukjizat dari Nabi Yusuf alaihis salam.

2. Terapi untuk Tipe Tubuh Terlalu Panas
  • Ciri-ciri fisik/karakter: Alis tebal, rambut tebal, jika tangannya dipegang terasa hangat/panas, cara jalannya tegap, dan kalau berbicara nadanya tinggi/menggas. Bagi laki-laki bertipe panas, hukum berpoligami bisa menjadi wajib, terlebih jika istrinya bertipe dingin.
  • Penyebab Sakit: Suka mengonsumsi makanan/minuman panas (cabai, rendang, dll), sering begadang, dan emosinya meledak-ledak. Hal ini menimbulkan penyakit bersifat panas, sehingga butuh terapi makanan bersifat dingin.
  • Terapi Fisik: Jika zat panas menumpuk di darah, terapinya bisa dengan melakukan donor darah (melalui PMI), terapi muntah, atau dilancarkan pencernaannya dengan bibit diare.
  • Terapi Emosi: Jika emosi meledak-ledak, gunakan terapi isti’adzah (memohon perlindungan Allah dari setan), menahan diri, memaksa diri untuk shalat dengan khusyuk, serta memperbanyak infak dan sedekah (lakukan minimal selama 7 hari). Jika tubuh sudah kembali seimbang, kembalilah mengonsumsi makanan yang seimbang antara unsur panas dan dingin.
3. Terapi untuk Tipe Tubuh Terlalu Dingin
  • Penyebab Sakit: Orang yang dasarnya dingin, lalu sering mengonsumsi makanan dingin dan suka berada di tempat yang dingin. Hal ini akan membuatnya menjadi lemah, mengalami lemah syahwat, lemah dalam beribadah, dan terserang penyakit-penyakit bersifat dingin.
  • Terapi Pengobatan: Sesuai prinsip doa keselamatan Nabi Ibrahim: “Wahai api jadilah dingin dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim.” Maka orang yang tubuhnya terlalu dingin harus diberi “api” atau obat yang bersifat panas. Terapinya adalah mengonsumsi daging ayam jantan, daging kambing, daging sapi, mandi dengan air hangat, serta sering menghadiri pengajian (terutama yang membahas masalah akidah untuk menguatkan ruhaninya).

Jika kondisi tubuhnya sudah sembuh dan normal, maka ia harus menjaga kesehatannya dengan kembali mengonsumsi makanan yang seimbang antara sifat panas dan dingin.

Semoga bermanfaat

Fawaid pengobatan metode ini lebih penulis fokuskan untuk diri sendiri dan keluarga, bagi ihwah yang ingin mencoba dipersilahkan semoga diberi keberhasilan. dan keberhasikan hanya dari Allah subhanahu wa ta’ala

Turahmin, BA, M.H., S.Pd.

Rumah, Glondong, Wirokerten, Banguntapan, Bantul DIY.

Ahad 31 Mei 2026. Bakada Maghrib-19.30.

Tinggalkan komentar