أَبْرَزُ مَعَانِي الِاسْتِدْلَالِ عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ فِي أَبْوَابِ الِاعْتِقَادِ
١. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ يُسَلِّمُونَ تَسْلِيمًا مُطْلَقًا لِكُلِّ مَا جَاءَ فِي نُصُوصِ الْوَحْيِ. فَمَا أَثْبَتَهُ النَّقْلُ أَثْبَتُوهُ، وَمَا نَفَاهُ نَفَوْهُ، وَمَا سَكَتَ عَنْهُ تَوَقَّفُوا فِيهِ دُونَ إِثْبَاتٍ أَوْ نَفْيٍ.
٢. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ مُجْمِعُونَ عَلَى الْأَخْذِ بِكُلِّ مَا صَحَّ مِنَ السُّنَّةِ النَّبَوِيَّةِ فِي مَسَائِلِ الِاعْتِقَادِ، سَوَاءٌ كَانَ ذَلِكَ مِنَ الْمُتَوَاتِرِ أَوْ مِنَ الْآحَادِ. ٣. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ لَا يَأْخُذُونَ بِالْأَحَادِيثِ الضَّعِيفَةِ فِي مَسَائِلِ الِاعْتِقَادِ.
٤. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ يُجْرُونَ نُصُوصَ الْعَقِيدَةِ عَلَى ظَاهِرِهَا؛ مِنْ غَيْرِ تَحْرِيفٍ وَلَا تَعْطِيلٍ، وَمِنْ غَيْرِ تَكْيِيفٍ وَلَا تَمْثِيلٍ.
٥. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ لَا يُعَارِضُونَ نُصُوصَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ بَعْضَهَا بِبَعْضٍ؛ لِأَنَّ كُلَّهَا وَحْيٌ مِنْ عِنْدِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.
٦. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ لَا يُعَارِضُونَ نُصُوصَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ بِالْعَقْلِ الْفَاسِدِ وَنَحْوِهِ.
٧. أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ يَعْتَقِدُونَ أَنَّ فَهْمَ السَّلَفِ الصَّالِحِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ لِنُصُوصِ الْوَحْيَيْنِ حُجَّةٌ مُعْتَمَدَةٌ.
Terjemah
Prinsip-Prinsip Utama Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) dalam Mengambil Dalil Akidah
- Pasrah Total pada Wahyu: Ahlus Sunnah wal Jama’ah tunduk dan patuh sepenuhnya kepada semua isi Al-Qur’an dan Hadis. Apa yang ditetapkan oleh dalil tersebut, mereka tetapkan; apa yang ditiadakan, mereka tiadakan; dan apa yang tidak dibahas (didiamkan oleh dalil), mereka ikut diam—tidak mengiyakan dan tidak juga menolak.
- Menerima Semua Hadis Sahih: Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat untuk menerima semua hadis Nabi yang kualitasnya sahih dalam urusan akidah, baik hadis itu diriwayatkan oleh banyak orang (Mutawatir) maupun yang diriwayatkan oleh sedikit orang (Ahad).
- Menolak Hadis Lemah untuk Akidah: Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak memakai hadis yang lemah (Dhaif) sebagai landasan/dasar dalam urusan keyakinan atau akidah.
- Memahami Dalil Apa Adanya (Tanpa Ditambah/Dikurangi): Ahlus Sunnah wal Jama’ah memahami teks-teks akidah sesuai dengan arti lahiriahnya yang jelas, tanpa mengubah maknanya (Tahrif), tanpa menolak maknanya (Ta’thil), tanpa mempertanyakan “bagaimananya” (Takyif), dan tanpa menyamakannya dengan makhluk (Tamtsil).
- Tidak Membenturkan Dalil: Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak pernah mempertentangkan antara satu ayat atau hadis dengan ayat atau hadis lainnya. Sebab, semuanya bersumber dari wahyu Allah Azza wa Jalla yang tidak mungkin saling bertabrakan.
- Tidak Mengutamakan Logika yang Rusak: Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak pernah membenturkan atau menolak teks Al-Qur’an dan Hadis dengan logika/akal pikiran manusia yang keliru atau pemikiran sejenisnya.
- Mengikuti Pemahaman Ulama Salaf: Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa cara pandang dan pemahaman para sahabat Nabi, tabi’in (generasi terbaik terdahulu/Salafush Shalih), serta para ulama yang mengikuti jalan mereka dalam memahami Al-Qur’an dan Hadis adalah pedoman hukum yang sah dan wajib diikuti.
Daurah Muqaddimah Ilmu Tajwid, Syaikh Dr. Malik Husain Sya’ban
#Daurah YPIA#
Rabu-Kamis, 17-18 Juni 2026.