Fawaid Ta’lim
Qawa’idul arba’ adalah empat kaidah pokok.
Kaidah sangatbpenting karena orang yang mampubmemahami kaidah dengan baik dan benar ia akan mampu memahami cabang-cabang dari syari’at Islam ini
Memulain sebuah tulisan dengan basmalah tujuannya adalah untuk mencari berkah dari lafadz tersebut.
Cara dan adab dalam berdoa adalah dengan menyebut nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala agar doa tersebut mustajab, tentu nama yang dipilih yang sesuai dengan isi doa yang dipanjatkan.
Syaikh di awal kitab ini mendoakan kepada kita (para pembaca) agar diberi pertolongan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, mendapat petunjuk, mampu menjalani kehidupan du dunia dengan baik dan selamat di akhirat sampai surga.
Seorang guru hendaknya berusaha sekuat tenaga memberikan apa yang ia mampu untuk murid-muridnya terutama doa-doa yang baik.
Mendoakan keberkahan kepada orang lain atau muridnya merupakan sesuatu yang sangat mulia karena doa keberkahan adalah doa agar orang trrsebut mendapat kebaikan dimanapun berada.
Orang yang diberkahi akan mendapat kebaikan di manapun berada.
Hendaknya mendoakan orang lain agar bersyukur ketika diberi kenikmatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, karena sangat sedikit orang yang mampu bersykukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Bersyykur adalah dengan menyandarkan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala kepada-Nya dengan lisannya, dan meyakininya dengan hatinya serta menggunakannya untu sesuatu yang diridhainya.
Mendoakan orang lain agar bersabar ketika mendapat musibah/ujuan merupakan doa yang sangat mulia, karena manusia tidak selamanya mendapat nikmat, kafang mendapat ujuan atau musibah.
Manusia tidak selamanya mendapat nikmat terkadang atau bahkan sering mendapat musibah.
Orang yang mampu bersabar ketika menghadapi musibah ia akan mendapat pahala yang sangat besar tanpa batas.
Mendoakan orang lain agar mampu bertaubat ketika berbuat dosa merupakan hal yang sangat utama karena manusia pasti pernah melakukan kesalahan.
Setiap anakAdam pasti sering melakukan dosa dan yang terbaik adalah orang yang paling sering bertaubat.
Bersyukur ketika mendapat nikmat, bersabar ketika tertimpa musibah dan bertaubat ketika terjatuh dalam doa adalah tanda kebahagiaan seorang hamba.
Kesabaran atas musibah merupakan kebaikan karena orang tersebut akan dihapus dosanya, diangkat derajatnya dan akan mendapat pahala yang sanga luas tanpa batas.
Secara umum orang akan merasa senang jika didoakan.
Doa-doabyangvdipanjatkan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dalam kitab ini (qawa’idul arba’) akan menarik orang untuk senang membaca kitabnya.
Doa agar seseorang mampu mengamalkan ilmu yang telah didapatnya merupakan sesuatu yang sangat penting, karena ilmu itu untuk diamalkan.
Millah (agama) Nabi Ibrahim alaihissalam adalah millah tauhid, yang disandarkan kepada nabi Ibrahim.
Alasan kenapa Allah menyebutkan tauhid adalah millah Nabi Ibrahim alaihissalam:
- Orang kafir Quraisy adalah keturunan Nabi Ibrahim.
- Nabi Ibrahim alaihissalam telah dijadikan imam oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah menciptakan umat manusia dan jin tujuannya adalah supaya mereka semua menyembah Allah subhanahu wa ta’ala semata.
Ibadah hanya bisa disebut ibadah jika didasari tauhid yaitu mengesakan Allah subhanahu wa dalam ibadah. Ibaratnya seperti shalat, shalat tidak disebut shalat kecuali jika disertai thaharah.
Shalat tanpa thaharah tidak sah karena Allah tidak menerima shalat seseorang tanpa thaharah (wudhu) meskipun ia mengerjakan seluruh gerakan shalat termasuk doa-doanya.
Demikian juga dengan ibadah tidak akan diterima kecuali jika disertai tauhid.
Jika seseorang melakukan ibadah lalu datang dan masuk (melakukan) kesyirikan maka ibadahnya tidak akan diterima (batal). Sebagaimana shalat seseorang rusak jika terkena hadas.
Orang-orang musyrikin tidak akan mungkin mampu memakmurkan masjid-masjid Allah karena mereka sendiri mengakui bahwa mereka orang kafir, orang yang ingkar kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, meskipun mereka beramal, berinfak dan membangun ka’bah.
Amalan sebesar apapun tidak akan diterima jika disertai kesyirikan.
Orang-orang musyrik akan kekal di neraka dan ini merupakan kerugian paling besar.
Jika kita sudah tahu bahwa syirik apabila mencampuri ibadah akan merusak ibadah tersebut dan mengakibatkan bahwa pelakunya akan kekal di neraka maka yang paling penting bagibkitvadalah mengenal apa itu syirik agar kita bisa menjauhinya.
Mengetahui kejelekan boleh asal tujuannya untuk menjauhinya bukan untuk mengerjakannya.
Kita hendaknya berusaha melepaskan diri dsri jaring kesyirikan karena jika kita terjerumus ke dalam kesyurikan akan sangat sulit keluar dari jaring tersebut.
Cara menghindari jaring kesyirikan tersebut adalah dengan mempelajari empat perkara (kaidah) penting yang disebutkan dalam al-Qur’an.
Kaidah pertama
Kaidah pertama ini merupakan kunci utama, yaitu kita harus mengetahui dan memahami, bukan hanya sekedar hafal bahwa orang-orang kafir (musyrikin Quraisy) yang diperangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mereka mengakui (mengucapkan dengan lisan dan hatinya tenang dengan ucapannya) bahwa Allah adalah sang pencipta alam semsta.
Perang badar terjadi tahun kedua setelah hijrah, perang Uhud terjadi satu kemudian, (tahun ketiga setelah hijrah), peramg khandak terjadi tahun kelima setelah hijrah.
Dalilnya firman Allah subhanahu wa ta’ala,
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلا تَتَّقُونَ. سورة يونس: 31
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang menganugerahkan rezeki kepadamu dari langit dan bumi, siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, serta siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka, mereka akan menjawab, “Allah.” Maka, katakanlah, “Apakah kamu tidak takut (akan azab Allah)?” QS: Yunus: 31.