Pendidikan Anak

8 Pembaca

Fawaid Ta’lim

Anak kecil atau anak-anak muda pada dasarnya jika mereka menyimpang masih bisa diperbaiki.

Dalam mendidik anak jangan sampai hanya membenarkan kesalahan yang ada pada anak.

Dalam mendidik anak hendaknya ada sisitem antisipasi jangan sampai sudah terlanjur anak salah baru diperbaiki.

1. Orang tua hendaknya menjadi orang tua yang berpengaruh yaitu bisa membuat anak merasa ta’jub kepadanya.

Fungsi membuat ta’jub kepada orang tua adalah agar anak meniru orang tua.

Konsep pendidikan seperti itu mirrip dengan konsep yang diterapkan oleh iklan.

Bagaimana caranya agar anak menjadi ta’jub kepada orang tua:

Pertama: aplikasikan semua akhlak terpuji pada anak. Kita berakhlak baik agar dicontoh oleh anak.

Jika kita sopan kepada orang lain kita juga harus sopan kepada anak kita, jika kita royal (suka memberi) kepada orang lain maka hendaknya orang tua juga royal dan suka memberi kepada anak.

Kedua: sering memberikan kejutan kepada anak.

Seperti memberikan hadiah kepada anak sebagai kejutan, bukan hanya pemberian yang dijanjikan.

Hadiah kejutan dapat memberi efek positif bagi anak meskioun kejutan hadiah itu tidak mahal.

Ketiga: memberikan sentuhan kasih sayang kepada anak melalui fisik atau kata-kata.

Misalnya dengan mengatakan “Anakku aku sayang kepadamu” atau doakan kebaikan untuk anak.

Sentuhan kasih sayang dengan fisik misalnya dengan mengusap kepalanya atau dengan memeluknya.

Apa efek yang akan terjadi jika anak sudah ta’jub kepada kita?

  1. Anak akan meniru orang tua tanpa disuruh, (motivasi internal). Motivasi internal sangat bagus karena akan menjadikan anak meniru sifat baik orang tua, tanpa motivasi internal meskipun anak selalu disuruh tapi akan sulit melakukan apa yang diperintahkan orang tua.
  2. Keberhasilan pendidikan anak model ini keberhasilannya akan dapat mencapai 70% keberhasilan pendidikan terhadap anak tersebut.

Konsep ini diambil dari firman Allah tentang akhlak mulia rasulullah yang menjadi contoh bagi umat Islam.

لقد كان في رسول الله أسوة حسنة

2. Membangun trust (Kepercayaan).

Membangun trust itu juga dilakukan oleh para penipu.

Cara membangun trust (kepercayaan) kepada anak:

Ucapkan sesuatu yang jujur kepada anak, Nak jika kamu melakukan begini bisa terjadi begini. Jika anak tidak percaya biarkan saja, kalau suatu saat anak kena batunya ia akan percaya penuh kepada orang tua.

Jika anak batu nasihati jika kamu sedang batuk bagusbya tidak makan es, krupuk dan sirup. Jika anak tidak percaya ajak anak ke apotik dan tanyakan kepada petugas apotik tentnag apakah ketika batuk boleh makan es, krupuk dan sirup.? Jika anak audah mendengar jawaban dari petugas apotik itu maka anak akan percaya.

Orang yang sudah percaya kepada seseorang meskipun orang itu salah ia akan tetap percaya.

Pengaruh pendidikan anak melalui membangun trust (kepercayaan) bisa mencapai tingkat 10 %.

3. Menguatkan yang baik

Sesuatu yang sudah baik yang ada pada anak harus dikuatkan oleh orang tua, agar sifat tersebut terus melekat pada anak, bisa dengan cara memujinya jika anak melakukan kebaikan.

Misalnya dengan memuji “Masyaallah anak abah sudah pinter”.

Pertama: dengan menceritakan tindakan baik yang dilakukan anak.

Memuji kebaikan yang dilakukan anak dengan cara menceritakan kepada orang lain merupakan salah satu cara pendidkan yang sangat istimewa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para sahabatnya.

Cara lain adalah dengan memberikan spresiasi atas tindakan baik yang dilakukan anak.

Kedua: memberikan tugas sesuai keahlian yang dimiliki anak.

Pemberian tugas tersebut akan menjadikan anak merasa senang dan bahagia dengna posisinya tersebut.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, telah kengajarkan hal tersebut, beliau selalu memberi tugas kepada para sahabatnya sesuai keahlian yang dimilikinya.

Tanamkan rasa malu kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk.

Turahmin, BA, M.H., S.Pd.

Rumahku, Pon Pes Jamilurrahman, Glondong, Wirokerten, Banguntapan, Bantul DIY.

Tinggalkan komentar