20 Pembaca
Keagungan Ilmu dan Urgensi Cara Menuntutnya
- Ilmu adalah ibadah yang sangat agung.
- Ibadah yang sangat agung adalah dengan berilmu, karena dengan berilmu kita akan mengetahui berbagai macam amalan yang dapat mengantarkan ke surga.
- Menuntut ilmu harus tertata dengan rapi dan runtut agar menjadi ilmu yang kokoh dalam diri kita.
- Para ulama dulu juga merasakan kadang stagnan dalam menuntut ilmu (serius menuntut ilmu tetapi tidak mencapai tujuan yang sesungguhnya), sehingga terhalang dari manfaat ilmu.
- Salah jalan dalam menuntut ilmu akan berakibat fatal, sehingga dalam menuntut ilmu perlu cara yang tepat agar hasilnya maksimal.
- Metode menuntut ilmu meliputi: Hakikat ilmu; Niat dalam menuntut ilmu; Memilih ilmu, guru, teman, dan tegar dalam menuntut ilmu; Memuliakan ahli ilmu; Semangat dalam menuntut ilmu; Kontinu dalam menuntut ilmu; Kapan belajar dan kapan memulai menuntut ilmu; serta Tawakal kepada Allah dalam menuntut ilmu.
- Miftah Darus Sa’adah karya Ibnul Qayyim adalah kitab yang sangat bagus untuk dikaji karena membahas tentang ilmu.
Ilmu sebagai Sumber Kebahagiaan dan Keutamaan Utama
- Sumber kebahagiaan adalah berilmu dan mengamalkan ilmu yang dimiliki.
- Mengenali keutamaan ilmu adalah salah satu cara agar semangat dalam menuntut ilmu.
- Ibadah teragung adalah dengan menuntut ilmu.
- Tafakur (merenungkan ciptaan-ciptaan Allah) adalah ibadah yang sangat agung.
- Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan ilmu kepada Nabi Adam Alaihissalam yang merupakan keutamaan yang sangat besar, sehingga para malaikat disuruh sujud kepadanya.
- Yang menjadikan manusia berbeda dan lebih utama dari makhluk lainnya adalah ilmu.
- Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diperintah untuk berdoa supaya ilmunya ditambah.
- Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan ilmu kepada para nabi dan rasul karena ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting.
- Keutamaan bisa diraih dengan ilmu; seluruh nabi, rasul, dan para ulama menjadi mulia karena ilmu.
- Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan orang yang mengetahui ilmu kemudian menyampaikannya kepada orang lain.
Hubungan Ilmu, Ibadah, Iman, dan Hidayah
- Tujuan diciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cara agar bisa beribadah dengan baik adalah dengan ilmu.
- Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
- Tanpa ilmu, orang tidak akan menjadi mulia.
- Cara mengenal nama dan sifat Allah adalah dengan berilmu.
- Amal terbaik adalah iman, dan agar bisa beriman dengan benar harus dilandasi ilmu. Iman kepada Allah harus didasari ilmu agar imannya benar. Iman yang benar harus dilandasi ilmu, kemudian mengamalkannya.
- Mengilmui Al-Qur’an dan isinya sangat penting.
- Setiap hari kita berdoa agar mendapat hidayah untuk mendapat ilmu-limu baru agar ilmu meningkat.
- Hidayah masa lalu adalah untuk introspeksi diri agar ke depannya lebih baik.
- Hidayah masa sekarang adalah dengan berilmu tentang apa yang harus dilakukan di masa ini, demikian juga untuk masa depan.
- Hidayah taufik adalah agar kita bisa menerima kebenaran dan mengamalkannya.
Kelezatan dalam Menuntut Ilmu
- Kelezatan Ilmu: Ilmu mendatangkan kelezatan dan nikmat yang luar biasa. Setiap ilmu memiliki kelezatan tersendiri, termasuk ilmu dunia.
- Nabi Musa Alaihissalam rela meninggalkan kaumnya demi menuntut ilmu kepada Nabi Khidzir.
- Para sahabat dahulu rela pergi jauh yang memakan waktu lama demi menuntut ilmu.
- Agar mendapat kelezatan dalam menuntut ilmu, ia harus digeluti dengan cara mencatat, meringkas, dan menguasai ilmu tersebut.
- Kelezatan paling tinggi untuk pikiran adalah dengan menuntut ilmu.
- Kelezatan tertinggi para ulama adalah dengan ilmu; yaitu kelezatan menuntut ilmu, menyampaikannya, dan membimbing orang lain dengan ilmunya.
- Di antara keutamaan ilmu adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mencela kejahilan (kebodohan). Kebodohan adalah kegelapan, dan kegelapan adalah penderitaan.
- Menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah sunah lainnya, termasuk shalat malam.
- Imam Bukhari pernah selalu bolak-balik bangun tidur karena teringat ilmu, lalu mencatatnya.
- Menuntut ilmu dan mencatatnya adalah ibadah yang sangat agung dan mulia, serta begitu dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Perbandingan Ilmu dan Harta
- Ilmu lebih utama daripada harta:
- Ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan harta, pemiliknyalah yang harus menjaga harta tersebut.
- Ilmu ketika dibagi akan bertambah, berbeda dengan harta yang agar bertambah harus berkurang dulu dengan cara disedekahkan. (Orang pelit adalah penjaga harta terbaik).
- Ilmu akan menemani pemiliknya di alam kubur, sementara harta tidak.
- Ilmu adalah hakim yang menghukum, sedangkan harta adalah yang dihakimi.
- Ilmu hanya dimiliki oleh orang yang beriman.
- Ilmu mewariskan sifat rendah hati, sedangkan harta sering kali mengantarkan orang menjadi sombong.
- Ilmu menjadikan pemiliknya sebagai hamba Allah, sedangkan harta menjadikan pemiliknya sebagai budak harta.
- Orang yang kaya ilmu secara zat orang itu mulia. Berbeda dengan harta; pemiliknya baru akan mulia jika hartanya banyak, tanpa harta ia menjadi hina.
- Kelezatan ilmu berkesinambungan, sedangkan harta tidak.
- Pemilik ilmu akan terus dikenang orang melalui kitab-kitabnya. Berbeda dengan orang kaya atau para raja, mereka akan sirna dengan kematiannya.
Tingkatan Ilmu dan Hakikat Tafakur
- Allah menjadikan Nabi Isa Alaihissalam diberkahi karena ilmu.
- Tafakur lebih utama daripada ibadah enam puluh tahun. Abu Darda Radhiyallahu ‘Anhu selalu bertafakur di rumahnya.
- Ilmu yang paling utama adalah ilmu hal (kondisi) yang sedang dibutuhkan saat ini (fardhu ‘ain), kemudian baru ilmu yang merupakan fardhu kifayah.
- Amal terbaik adalah menjaga diri dari sifat sombong.
Meluruskan Niat dalam Menuntut Ilmu
- Amal dunia jika didasari dengan niat yang benar bisa menjadi amal akhirat, dan sebaliknya, amal akhirat bisa menjadi amal dunia jika didasari niat yang salah.
- Penuntut ilmu harus punya niat mencari ridha Allah, menyampaikan ilmu, dan menjaga Islam.
- Bentuk syukur dengan ilmu yang dimilikinya adalah dengan mengamalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain.
- Bentuk syukur dengan akal adalah untuk bertafakur.
- Menuntut ilmu akan menjadikan badan sehat.
- Bentuk syukur atas nikmat mata adalah digunakan untuk melihat sesuatu yang baik.
- Menuntut ilmu bukan untuk mencari ketenaran, tetapi untuk mengamalkan ilmu tersebut.
- Menuntut ilmu bukan untuk mengendalikan dunia, tetapi harus ikhlas.
- Menuntut ilmu bukan agar dekat dengan para penguasa.
- Penuntut ilmu hendaknya jangan banyak membahas dunia, tetapi hendaknya lebih fokus kepada ilmu.
- Menuntut ilmu jangan pernah ditinggalkan.
- Penuntut ilmu harus memiliki saham ibadah di berbagai macam ibadah.
Turahmin, Ba, M.H., S.Pd.
Kebun barat rumah, Pon Pes Jamilurrahman, Glondong, Wirokerten, Bantul, Jum’at, 29 Mei 2026.