المُحَادَثَة: خَطَرُ السِّحْرِ

59 Pembaca

المُحَادَثَة: خَطَرُ السِّحْرِ

(Percakapan: Bahaya Sihir)

أَحْمَد: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا زَيْدُ. هَلْ سَمِعْتَ عَنِ الرَّجُلِ الَّذِي ذَهَبَ إِلَى السَّاحِرِ فِي قَرْيَتِنَا؟

Ahmad: Assalamu’alaikum wahai Zaid. Apakah kamu mendengar tentang pria yang pergi ke tukang sihir di desa kita?

زَيْد: وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ يَا أَحْمَدُ. نَعَمْ، سَمِعْتُ ذَلِكَ. هَذَا أَمْرٌ خَطِيرٌ جِدًّا! السِّحْرُ مِنَ الكَبَائِرِ

Zaid: Wa’alaikumussalam wahai Ahmad. Ya, aku mendengarnya. Ini hal yang sangat berbahaya! Sihir adalah salah satu dosa besar.

أَحْمَد: صَحِيحٌ، وَلَكِنْ لِمَاذَا يَذْهَبُ بَعْضُ النَّاسِ إِلَى السَّاحِرِ رُغْمَ مَعْرِفَتِهِمْ بِحُرْمَتِهِ؟

Ahmad: Benar, tapi mengapa sebagian orang tetap pergi ke tukang sihir meskipun mereka tahu itu haram?

زَيْد: بِسَبَبِ ضَعْفِ الإِيمَانِ، وَالطَّمَعِ، أَوِ الحَسَدِ. هُمْ يَظُنُّونَ أَنَّ السَّاحِرَ يَمْلِكُ النَّفْعَ وَالضَّرَّ، وَهَذَا شِرْكٌ بِاللهِ

Zaid: Karena lemahnya iman, keserakahan, atau rasa hasad. Mereka mengira tukang sihir bisa memberi manfaat dan mudarat, padahal ini adalah syirik kepada Allah.

أَحْمَد: نَعَمْ، القُرْآنُ الكَرِيمُ حَذَّرَنَا مِنْ خَطَرِ السِّحْرِ. إِنَّهُ يُدَمِّرُ العَائِلَاتِ وَيُفَرِّقُ بَيْنَ المَرْءِ وَزَوْجِهِ

Ahmad: Ya, Al-Qur’anul Karim telah memperingatkan kita dari bahaya sihir. Sihir bisa menghancurkan keluarga dan memisahkan antara suami dan istrinya.

زَيْد: لَيْسَ هَذَا فَحَسْبُ، بَلْ إِنَّ مَنْ يَطْرُقُ بَابَ السَّاحِرِ قَدْ يَخْسَرُ دِينَهُ وَآخِرَتَهُ. قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Zaid: Tidak hanya itu, bahkan orang yang mengetuk pintu tukang sihir bisa kehilangan agama dan akhiratnya. Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal lalu membenarkan apa yang diucapkannya, maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”.

أَحْمَد: أَعَاذَنَا اللهُ مِنْ ذَلِكَ! إِذًا، كَيْفَ نَحْمِي أَنْفُسَنَا مِنْ هَذَا الخَطَرِ؟

Ahmad: Semoga Allah melindungi kita dari hal itu! Lalu, bagaimana kita melindungi diri kita dari bahaya ini?

زَيْد: بِالتَّمَسُّكِ بِالقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ، وَالمُحَافَظَةِ عَلَى أَذْكَارِ الصَّبَاحِ وَالمَسَاءِ، وَقِرَاءَةِ آيَةِ الكُرْسِيِّ وَالمُعَوِّذَتَيْنِ (الفَلَقِ وَالنَّاسِ)

Zaid: Dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjaga dzikir pagi dan petang, serta membaca ayat Kursi dan Al-Mu’awwidzatain [Al-Falaq dan An-Nas].

أَحْمَد: جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا يَا زَيْدُ عَلَى هَذَا التَّذْكِيرِ النَّافِعِ

Ahmad: Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai Zaid atas pengingat yang bermanfaat ini.

زَيْد: وَإِيَّاكَ يَا أَحْمَدُ. نَسْأَلُ اللهَ العَافِيَةَ وَالسَّلَامَةَ لَنَا وَلِجَمِيعِ المُسْلِمِينَ

(Zaid: Dan kepadamu juga wahai Ahmad. Kita memohon kepada Allah afiyah [kesehatan/kebaikan] dan keselamatan untuk kita dan seluruh umat Islam.)

Kosakata Penting (المُفْرَدَات):

  • السِّحْرُ (As-Sihru) = Sihir
  • السَّاحِرُ (As-Saahiru) = Tukang sihir / Dukun
  • خَطِيرٌ جِدًّا (Khatiirun jiddan) = Sangat berbahaya
  • الكَبَائِرِ (Al-Kabaair) = Dosa-dosa besar
  • شِرْكٌ (Syirkun) = Syirik (menyekutukan Allah)
  • الحَسَدُ (Al-Hasadu) = Dengki / Iri hati
  • يُدَمِّرُ (Yudammiru) = Menghancurkan
  • أَذْكَارُ الصَّبَاحِ وَالمَسَاءِ (Adzkarush shobahi wal masa-i) = Dzikir pagi dan petang

Tinggalkan komentar