Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ kepada kaum yang beribadah kepada Allah dan berhaji, tapi mereka menyekutukan-Nya.
Orang kafir Quraisy disebut jahiliyah karena mereka tahu Allah yang memberi manfaat dan mudarat, tapi malah menyembah selain Allah, seperti Lata, Manat, dan Uzza.
Sesembahan yang disembah selain Allah tidak memiliki apa-apa dan tidak mampu menciptakan qithmir (kulit ari kurma yang ada di dalam buah kurma, di atas bijinya).
Nabi Muhammad ﷺ tidak boleh menetapkan apa yang belum ditetapkan oleh Allah.
Ayat laisa laka minal amri syai’un diturunkan setelah Perang Uhud dan setelah doa qunut yang dipanjatkan Nabi ﷺ ketika melakukan qunut nazilah pada salat Subuh. (Khilaf di kalangan ulama, ada yang berpendapat semua benar).
Hadis tentang qunut Subuh disepakati bahwa beliau melakukannya, tapi apakah itu dilakukan terus-menerus atau tidak, ada khilaf.
Abu Hanifah berpendapat qunut Subuh sudah mansukh, yang ada adalah qunut pada waktu salat Witir. Imam Ahmad berpendapat qunut Subuh masih ada, tapi tidak terus-menerus. Imam Malik berpendapat qunut Subuh dilakukan terus-menerus di Madinah, tapi itu dibantah oleh Imam Syafi’i.
Guru yang paling dihormati Imam Syafi’i adalah Imam Malik, tapi beliau tetap membantah kekeliruan Imam Malik. Bahkan beliau pernah dipukuli oleh pengikut mazhab Imam Malik gara-gara membantah gurunya.
Sebagian pengikut Imam Malik bersikap sangat ghuluw terhadap beliau.
Imam Syafi’i berpendapat qunut Subuh dilakukan terus-menerus.
Khilaf qunut Subuh telah terjadi sejak zaman sahabat.
Dahulu Rasulullah ﷺ qunut nazilah di setiap salat lima waktu, kemudian beliau meninggalkan semua qunut kecuali salat Subuh sampai beliau meninggal dunia.
Ahlul hadis Syafi’iyah mensahihkan hadis ini.
Qunut Subuh merupakan pendapat yang mu’tamad dan termasuk ab’adh (sunah ab’adh).
Dalam mazhab Syafi’i, masalah rukun, wajib, dan fardu adalah sama. Mazhab Hambali membedakannya.
Ibadah yang kita tinggalkan karena lupa lalu diganti dengan sujud sahwi disebut sunah ab’adh. Sedangkan sunah hai’ah tidak perlu sujud sahwi.
Dalam mazhab Syafi’iyah, tidak qunut Subuh harus sujud sahwi, dan sujud sahwi dilakukan sebelum salam.
العالم حجة على من لا يعلم.
خلاف قوت الصبح خلاف قديم
Meninggalkannya sunah dan melaksanakannya juga sunah.
Doa qunut salat Witir diambil oleh Imam Syafi’i untuk qunut Subuh.
Nabi Muhammad ﷺ tidak bisa memberi manfaat di hadapan Allah secara langsung tanpa izin dari Allah Ta’ala. Jika sudah mendapat izin, baru beliau mampu memberi manfaat kepada orang lain.
الحق مفعول به من الفعل محذوف، أصله قالوا يقول الحق.