وَعَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- قَالَ: «كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَحْكِي نَبِيًّا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ، صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ، ضَرَبَهُ قَوْمُهُ فَأَدْمَوْهُ، فَجَعَلَ يَمْسَحُ الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ، وَهُوَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ». (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Seakan-akan aku sedang melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang salah seorang nabi terdahulu semoga selawat dan salam tercurah kepada mereka. Nabi tersebut dipukuli oleh kaumnya sendiri hingga bersimbah darah. Sambil mengusap darah dari wajahnya, ia pun berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.'” (Muttafaq ‘Alaih: HR. Bukhari & Muslim).
Fawaid Hadis
- Hadis ini menunjukkan mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mampu mengisahkan secara mendalam kondisi salah seorang nabi terdahulu saat menghadapi penindasan kaumnya.
- Para nabi dan rasul pada hakikatnya mengemban misi yang sama, yaitu berdakwah untuk menyampaikan risalah tauhid dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada umatnya, menegakkan amar makruf nahi mungkar, serta bersabar dalam melaksanakannya.
- Hadis ini menunjukkan bahwa jalan dakwah tidaklah selalu mulus. Terkadang, para pengembannya harus menghadapi rintangan yang sangat berat; mulai dari disakiti dengan lisan dan perbuatan, hingga menghadapi ancaman pembunuhan. Hal serupa pun dialami langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- Para nabi dan rasul memiliki kesabaran, kesungguhan, serta ketangguhan yang luar biasa dalam mengemban dakwah ilallah. Oleh karena itu, seorang dai pun dituntut untuk meneladani karakter tersebut agar sukses dalam menjalankan tugas mulia ini.
- Dalam perjalanan dakwah, terkadang seorang nabi pun tidak dipercayai oleh kaumnya. Padahal, apa yang beliau sampaikan adalah murni perintah dan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Salah satu bukti nyata ketangguhan dan kesabaran para nabi dalam berdakwah adalah kisah seorang nabi yang didustakan oleh kaumnya hingga ia dipukuli sampai bersimbah darah. Namun, nabi tersebut justru memohonkan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi mereka.
- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kisah tersebut agar umatnya dapat mengambil hikmah mendalam; yaitu agar tetap bersabar saat menghadapi ujian dakwah, serta senantiasa tangguh dan tidak berputus asa di tengah jalan.
- Kesabaran yang diteguhkan saat menghadapi gangguan dalam berdakwah akan mengangkat derajat seorang hamba menjadi semakin tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Hadis ini juga memberikan pelajaran tentang seni berkomunikasi; bahwa seseorang yang menyampaikan sebuah kisah hendaknya benar-benar memahami apa yang ia ceritakan dan mampu menarasikannya dengan sangat baik. Dengan demikian, pendengar dapat meresapi serta membayangkan kejadian tersebut seolah-olah menyaksikannya secara langsung.
- Hadis ini menunjukkan betapa cerdas dan piawainya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyampaikan sabdanya; beliau mampu menghidupkan suasana cerita, sehingga orang yang mendengarnya seolah-olah melihat langsung kejadian tersebut.
- Hadis ini juga menunjukkan betapa pentingnya kekuatan hafalan dalam menyampaikan sesuatu; dengannya, pesan menjadi jelas, gamblang, dan sangat menyentuh hati.