Fawaid Ta’lim Imam Kepada Para Malaikat
Malaikat Jibril memiliki enam ratus sayap. Setiap sayapnya memenuhi ufuk, dan berjatuhan permata, mutiara, serta yaqut dari setiap sayapnya. Rasulullah ﷺ pernah melihatnya dalam bentuk aslinya.
Rasulullah ﷺ melihat Jibril yang pada saat itu mengenakan setelan hijau.
Rasulullah ﷺ juga pernah melihat Malaikat Jibril mengenakan pakaian dari sutra yang dihiasi lu’lu’ dan yaqut.
Para sahabat dan para wali juga bisa melihat malaikat, jika malaikat itu menampakkan diri kepada mereka.
Malaikat bisa menampakkan diri dalam bentuk aslinya, dan juga bisa dalam wujud manusia.
Sahabat Sa’ad bin Waqqas adalah sahabat yang mulia, dan beliau pernah melihat malaikat ketika malaikat menampakkan diri.
Para malaikat diberi kemampuan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membantu peperangan Rasulullah ﷺ.
Meskipun malaikat bisa menampakkan diri kepada manusia, tetapi jika kita melihat makhluk asing (ghaib), tidak bisa langsung diklaim sebagai malaikat.
Pengakuan orang yang melihat Nabi ﷺ dalam keadaan sadar (bukan dalam mimpi), dipastikan bahwa yang dilihatnya itu bukan Rasulullah ﷺ.
Setan tidak bisa menyerupai Nabi Muhammad ﷺ.
Jika seseorang bermimpi melihat Rasulullah ﷺ, itu bisa terjadi, tetapi orang itu wajib mengetahui ciri-ciri beliau.
Tidak boleh mudah mempercayai pengakuan orang yang pernah melihat Rasulullah ﷺ ataupun malaikat, baik dalam mimpi maupun di luar mimpi.
Malaikat Jibril diberi julukan Ruhul Qudus dan Al-Amin.
Tidak boleh merasa aman pasti masuk surga, meskipun rajin beribadah dan termasuk orang-orang yang bertakwa. Bahkan orang yang telah dijamin masuk surga pun masih merasa tidak aman dari api neraka.
Orang yang menganggap bahwa dirinya pasti masuk surga dan terhindar dari api neraka, maka orang itu adalah orang yang tidak bertakwa.
Termasuk bentuk perusak dan pengacau Islam adalah orang-orang yang mengaku pasti masuk surga, pasti tidak masuk neraka, bahkan mampu memadamkan api neraka, atau mengancam Malaikat Munkar dan Nakir agar tidak menyiksa orang di alam kuburnya, atau bahkan sampai memastikan bahwa pengikutnya pasti akan masuk surga dan selamat dari api neraka.
Hadis mursal adalah hadis yang disandarkan langsung kepada Rasulullah ﷺ oleh tabi’in.
Malaikat itu merasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta tunduk dan patuh kepada-Nya.
Siapa pun yang tidak patuh dan tidak tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, terancam api neraka.
Masjid Jamilurrahman, Bakda subuh-05.41, 03 November 2026