RIYADHUS SHALIHIN 26 #Menjaga Diri dan Sabar#

68 Pembaca

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أَنَّ نَاساً مِنَ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللهِ ﷺ فَأَعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ نَفَدَ كُلُّ شَيْءٍ أَنْفَقَ بِيَدَيْهِ: مَا يَكُنْ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْراً وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ. متفق عليه

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya ada sejumlah orang dari kaum Ansar meminta (sedekah) kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau memberi mereka. Kemudian mereka meminta lagi, dan beliau pun memberi mereka lagi, hingga habislah apa yang ada pada beliau. Setelah beliau menginfakkan semua yang ada di tangannya, beliau bersabda kepada mereka: “Apa pun kebaikan (harta) yang ada padaku, tidak akan aku simpan (sembunyikan) dari kalian. Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatan dirinya (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menjaganya. Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Dan barangsiapa yang berusaha untuk bersabar, maka Allah akan menjadikannya penyabar. Dan tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Fawaid Hadis

  1. Hadis ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa pun yang diminta dari beliau, beliau pasti memberikannya selama beliau memiliki kemampuan.
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang tidak pernah merasa takut akan menjadi miskin dengan memberikan apa yang diminta oleh orang lain. Hal ini terbukti dalam hadis di atas; ketika beliau diminta, beliau memberikannya sampai apa yang di tangan beliau habis tidak tersisa.
  3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis di atas, memberikan ilmu tentang metode pengajaran yang sangat bagus dan sangat mudah dipahami, yaitu dengan menunjukkan fakta yang bisa dilihat langsung oleh orang yang diberi pelajaran.
  4. Salah satu nasihat sangat penting yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis di atas adalah agar menjaga diri dari meminta-minta, merasa cukup dengan apa yang dimiliki, dan bersabar. Bahkan, beliau menyampaikan betapa berharganya kesabaran itu bagi seseorang.
  5. Hadis di atas menunjukkan bahwa orang yang merasa cukup, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kecukupan kepadanya. Sementara itu, orang yang selalu meminta-minta akan mengakibatkan hatinya tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya, bahkan akan terus merasa kekurangan.
  6. Kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati. Jika seseorang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya, menjadikannya mulia, dan ia tidak akan meminta-minta kepada orang lain.
  7. Orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak menjaga diri, terutama terhadap wanita, maka ia akan binasa. Ia akan terjatuh dalam perbuatan zina; mulai dari zina mata, zina telinga, zina tangan, zina kaki, dan puncaknya adalah zina kemaluan.
  8. Hadis di atas juga menunjukkan bahwa orang yang selalu menyabarkan dirinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kesabaran kepadanya. Jika seseorang menyabarkan diri dengan tidak melakukan perkara yang haram serta bersabar atas kekurangan yang dialaminya dengan tidak meminta-minta kepada orang lain, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menguatkan kesabarannya dan menolongnya agar mampu menghadapi kondisi tersebut.
  9. Hadis di atas menunjukkan bahwa kesabaran adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat agung dan luas, melebihi pemberian-pemberian-Nya yang lain seperti harta.
  10. Kesabaran adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Orang yang dianugerahi kesabaran hidupnya akan tetap tenang dan damai; meskipun disakiti, diganggu, dicela, atau bahkan direndahkan oleh orang lain, hatinya tetap tenang, tidak marah, dan tidak akan guncang.

Tinggalkan komentar