Riyadhus Shalihin 23-24 #Separah Apapun Dosa Taubat Tetap Akan Diterima#

62 Pembaca

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ مِلْءَ وَادٍ مَالًا، لَأَحَبَّ أَنَّ لَهُ إِلَيْهِ مِثْلَهُ، وَلَا يَمْلأُ عَيْنَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Seandainya anak Adam (manusia) memiliki harta sebanyak satu lembah, niscaya dia ingin memiliki dua lembah (yang semisalnya). Dan tidak ada yang dapat memenuhi mata (keinginan) anak Adam kecuali tanah (kematian), dan Allah menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.’ Muttafaq ‘alaih.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَضْحَكُ اللهُ -سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى- إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ يَدْخُلَانِ الْجَنَّةَ، يُقَاتِلُ هَذَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَيُقْتَلُ، ثُمَّ يَتُوبُ اللهُ عَلَى الْقَاتِلِ فَيُسْلِمُ فَيُسْتَشْهَدُ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah Subhanahu wa Ta’ala tertawa melihat dua orang yang salah satunya membunuh yang lain, namun keduanya masuk surga. Orang yang satu berperang di jalan Allah lalu ia terbunuh (mati syahid), kemudian Allah menerima taubat sang pembunuh, lalu ia masuk Islam dan akhirnya ia pun mati syahid.’” Muttafaq ‘alaih.

Fawaid Hadis

  1. Kedua hadits ini menjelaskan tentang taubat. Seseorang yang berbuat dosa sebesar apa pun, jika ia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menerima taubat tersebut.
  2. Keburukan-keburukan yang dilakukan oleh orang yang bertaubat akan diganti dengan kebaikan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  3. Hadits pertama menjelaskan bahwa sifat dasar manusia adalah tamak. Terbukti bahwa jika ia telah memiliki harta yang sangat banyak, ia akan tetap menginginkan harta tambahan yang jumlahnya setara dengan apa yang telah dimilikinya.
  4. Tidak ada yang dapat menghentikan sifat rakus manusia kecuali tanah (kematian).
  5. Dalam hadits pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan pentingnya taubat bagi manusia yang memiliki sifat tamak. Hal ini dikarenakan ketamakan cenderung mendorong seseorang untuk mengumpulkan harta dengan segala cara, tanpa memedulikan batasan halal dan haram.
  6. Orang yang mau bertaubat dari keburukan-keburukan yang telah dilakukan, meskipun keburukan-keburukan itu berkaitan dengan harta Allah subhanahu wa ta’ala tetap akan menerima taubat orang tersebut.
  7. Hadits kedua riwayat Abu Hurairah menjelaskan tentang salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu tertawa. Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki sifat tertawa dan sifat itu ditetapkan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, tanpa perlu adanya ta’thil (peniadakan), tahrif (penyimpangan makna), takyif (menanyakan bagaimananya), maupun tamsil (penyerupaan dengan makhluk).
  8. Seseorang yang berbuat dosa besar, bahkan dosa pembunuhan sekalipun, jika ia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha), maka Allah tetap akan menerima taubatnya. Ia bahkan berpeluang dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana yang dikisahkan dalam hadits kedua.
  9. Setiap orang yang masuk surga akan dihilangkan rasa dengki dari dalam hatinya, sehingga penduduk surga tidak lagi memiliki sifat tersebut sedikit pun.
  10. Seorang kafir jika bertaubat dari kekafirannya (masuk Islam), taubatnya akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, meskipun pernah membunuh orang muslim.
  11. Tertawanya Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika melihat dua orang yang semula saling bunuh namun akhirnya keduanya masuk surga, menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memiliki sifat takjub (kagum). Sifat ini ditetapkan bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya.
  12. Hadis kedua menunjukkan adanya hukum sebab akibat dari sebuah kejadian. Sebab akibat merupakan salah salah satu sunnatullah yang ditetapkan dan berlaku di dunia ini.

Tinggalkan komentar