53 Pembaca
Fawaid Taklim
- Alasan pemahaman para sahabat sebagai dasar untuk memahami al-Quran dan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah pertama: mereka orang-orang yang terpilih menemani Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam, kedua: mereka orang-orang yang paling paham maksud dari al-Quran dan Sunnah, ketiga mereka orang-orang yang paling paham bahasa Arab setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, keempat mereka orang-orang yang paling sedikit perselisihannya, kelima Rasulullah shalallahu alaihi wa salam telah memerintahkan umatnya untuk berpegang dengan Sunnah khulafaurrasyidin, keenam mereka adalah generasi terbaik setelah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.
- Mengikuti jejak para sahabat dalam beribadah merupakan jalan keselamatan. Ikuti dan jangan membuat sesuatu yang baru dalam agama ini (Islam).
- Usul Ahlussunnah berpegang teguh dengan Sunnah dengan pemahaman para sahabat, meninggalkan bid’ah dan menghindari permusuhan dan debat kusir tanpa guna.
- Berdebat diperbolehkan jika memang tujuannya untuk menampakkan kebenaran atau membantah kesesatan.
- Tidak diperbolehkan mengamalkan al-Quran dan As-Sunnah dengan cara pilah pilih yang sesuai dengan hawa nafsunya, jika sesuai dengan hawa nafsunya dilaksanakan dan jika tidak sesuai dengan hawa nafsunya ditinggalkan.
- Dalam masalah akidah Ahlussunnah wal jama’ah menetapkan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam al-Quran dan As-Sunnah, berbeda dengan kelompok lain yang menolak dan tidak menetapkannya atau menetapkannya tetapi hanya sebagian dan menolak sebagian lainnya karena dianggap tidak sesuai.
- Tidak boleh menetapkan masalah akidah dengan akal karena penetapannya harus berdasarkan dalil.
- Segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
- Alkah mengetahui segala sesuatu baik secara global Maupun secara rinci dan laiking rinci sekali pun.
- Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi, bagaimana terjadinya kalau sesuatu itu terjadi dan bagaimana kalau sesuatu itu tidak terjadi dan apa akibatnya.
- Aegala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini terjadi karena kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.
- Allah subhanahu wa ta’alai menciptakan kebaikan dan keburukan untuk suatu hikmah yang sangat besar.
- Seluruh perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala sama sekali tidak ada yang sia-sia, seluruhnya mengandung manfaat dan hikmah yang besar.
- Muktazilah disebut qadariyah karena mereka mengingkari taqdir, mereka mengingkari perbuatan hamba.