Fawaid Taklim
Berbuat baik kepada orang lain dapat dilakukan melalui ucapan maupun perbuatan.
Berbuat baik melalui ucapan dapat dilakukan dengan tutur kata yang santun tanpa mencaci atau menghina. Sementara itu, berbuat baik melalui perbuatan diwujudkan dengan membantu, menolong, serta memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang.
Berbuat baik kepada orang lain akan membuat mereka menghormati, memuliakan, dan segan kepada kita.
Meskipun berbuat baik akan membuat kita dihormati, dimuliakan, dan disegani, kita harus tetap menjaga niat ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala agar mendapatkan pahala.
Meskipun kebaikan melahirkan rasa hormat, niat kita harus tetap ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, tujuan berbuat baik bukanlah untuk mencari kekuasaan apalagi memperbudak sesama.
Sunatullah menetapkan bahwa berbuat baik kepada orang lain akan membuat mereka juga berbuat baik kepada kita.
Penampilan lahiriah itu penting, tetapi hati jauh lebih utama. Hati harus lebih diperhatikan demi keselamatan hakiki, yang hanya diperoleh melalui ketakwaan kepada Allah, tanpa menyekutukan-Nya, dan selalu ikhlas dalam beramal.
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak melihat aspek lahiriah manusia, melainkan melihat hatinya; bukan dari ketampanan, postur tubuh, warna kulit, maupun bentuk fisik lainnya.
Sucikan hati dengan berakhlak mulia dan beramal saleh.
Jika seorang sahabat karib yang saleh melakukan kesalahan dalam pertemanan yang sudah terjalin lama, hendaknya kita memaafkannya. Jangan sampai kesalahan kecil yang tidak disengaja memutus tali persaudaraan yang telah lama terbina.
Kita tidak boleh membesar-besarkan kesalahan kecil yang dilakukan oleh sahabat sendiri.
Orang yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan sesama akan dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mendapatkan pahala yang besar.
Hendaknya kita selalu berbuat baik dan memuliakan sesama, karena setiap orang pun mendambakan kebaikan serta penghormatan dari kita.
Jadilah sosok yang ringan tangan dalam membantu sesama, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan bantuan kita.
Orang-orang yang suka membantu sesama akan menjadi manusia terbaik.
Hendaknya kita selalu berpegang teguh pada tali Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
Al-Qur’an dan Sunnah harus menjadi pedoman utama kita dalam berakhlak mulia.