Riyadhus Shalihin 16-18 Bertaubatlah Sebelum Terlambat

77 Pembaca

وَعَنْ أَبِي مُوسَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Musa, Abdullah bin Qais Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan Tangan-Nya di waktu malam agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan Dia membentangkan Tangan-Nya di waktu siang agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari arah baratnya (kiamat).” (Diriwayatkan oleh Muslim)

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah baratnya, niscaya Allah menerima taubatnya.” (HR: Muslim)

وَعَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla akan menerima taubat seorang hamba selama ruh (nyawa) belum sampai ke tenggorokan (sakaratul maut).” (HR: Imam Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan.

Fawaid Hadis

  1. Salah satu bentuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat agung adalah Dia berkenan menerima taubat hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya dengan taubat nasuha.
  2. Allah subhanahu wa ta’ala membuka pintu taubat setiap saat, siang dan malam, dan hendaknya kaum muslimin menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin agar kelak di akhirat tidak menyesal.
  3. Hadis di atas menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mencintai taubat, dan hal ini menunjukkan betapa sayangnya Dia kepada hamba-hamba-Nya.
  4. Hadis ini menunjukkan salah satu sifat Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Agung, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memiliki tangan dan jumlahnya ada dua. Kita sebagai kaum muslimin wajib mengimani sifat tersebut sebagaimana yang ditetapkan dalam hadis dan dalam ayat-ayat Al-Quran.
  5. Allah subhanahu wa ta’ala tetap menerima taubat seseorang meskipun setelah berbuat dosa tidak langsung bertaubat, akan tetapi bersegera bertaubat lebih baik daripada menunda-nunda-Nya, karena dia tidak tahu kapan ajal itu datang.
  6. Apabila matahari telah terbit dari sebelah barat, maka pintu taubat telah tertutup.
  7. Hadis di atas menunjukkan kemahakuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, terbukti bahwa di akhir zaman kelak matahari akan diterbitkan dari arah barat yang sebelumnya selalu terbit dari arah timur.
  8. Kelak di akhir zaman, setelah matahari terbit dari arah barat, semua orang akan beriman, akan tetapi keimanan mereka telah terlambat dan tidak diakui oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  9. Taubat akan senantiasa diterima oleh Allah subahanhu wa ta’ala sebelum matahari terbit dari arah barat.
  10. Selain pintu taubat ditutup setelah matahari terbit dari arah barat, pintu taubat juga ditutup bagi seseorang yang nyawanya telah sampai di tenggorokan.
  11. Segeralah bertaubat ketika terlanjur melakukan dosa, sesali, dan jangan pernah mendekati dosa itu, sebagaimana tidak mau dilempar ke dalam api.

Tinggalkan komentar