Tiga Landasan Utama 4 (Tsalatsatul Ushul)

102 Pembaca

Landasan Kedua: Mengenal Agama Islam Dengan Dalil

Tingkatan Pertama Islam

Mengenal agama Islam dengan dalil (Islam) adalah berserah diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan taat, dan membersihkan diri dari kesyirikan. Islam ada tiga tingkatan:

Islam, iman dan ihsan, masing-masing tingatan memiliki rukun.

Rukun Islam ada lima: Syahadat laa ilaaha illallah dan Muhammadar rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji ke baitullah al-haram.

Dalil syahadat firman Allah subhanahu wa ta’ala,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. سورة آل عمران: 18

Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, (Allah) yang menegakkan keadilan. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Q: Ali Imran:10.

Maknanya tidak ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah subhanahu wa ta’ala, laa ilaaha menafikan semua sesembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala. illallah menetapkan ibadah untuk Allah subhanahu wa ta’ala saja tidak ada sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya, sebagaimana tidak ada sekutu baginya di kerajaan-Nya, Tasir yang memperjelas hal itu adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ – إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ – وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ. سورة الزحرف: 26-28

(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah, kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku. Sesungguhnya Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Dia (Ibrahim) menjadikannya (kalimat tauhid) perkataan yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepadanya). QS: Az-Zuhruf: 26-28.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ. سورة آل عمران: 64

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, marilah (kita) menuju pada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, (yakni) kita tidak menyembah selain Allah, kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.” QS: ALi Imran: 64.

Dalil syahadat bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam utusan Allah subhanahu wa ta’ala,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. سورة التوبة: 128

Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. QS: At_taubah: 128

Makna syahadat bahwa nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan Allah subhanahu wa ta’ala adalah dengan mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan setiap berita yang disampaikannya, menjauhi apa yang dilarangnya, dan tidak beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala kecuali dengan apa yang telah disyari’atkannya.

Dalil shalat, zakat dan tafsit tauhid adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ. سورة البينة: 5

Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar). QS: Al-bayyinah: 5.

Dalil puasa adalah firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. سورة البقرة: 183

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. QS: Al-Baqarah: 183.

Dalil haji adalah firman-Nya,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ. سورة آل عمران: 97

(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam. QS: Ali Imran: 97.

Tingkatan Kedua Iman

Tingkatan kedua adalah iman, iman ada tujuh puluh sekian cabang, yang tertinggi kalimat laa ilaaha illallahu dan yang terendah menyingkirkan gangguan yang ada di jalan, dan malu termasuk salah satu cabang iman.

Rukun iman ada enam: engkau beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan (engkau beriman kepada) taqdirnya yang baik dan yang buruk.

Dalil rukun iman ini firman Allah subhanahu wa ta’ala,

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ. سورة البقرة: 177

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi. QS: AL-Baqarah: 177.

Dalil taqdir firman Allah subhanahu wa ta’ala,

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ. القمر: 49

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran. QS: AL-Qamar: 49.

TIngkatan Ketiga Ihsan

TIngkatan ketiga: ihsan rukunnya ada satu, yaitu engkau beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala seolah-olah engkau melihat-Nya, jika kamu tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu. Dalilnya firman ALlah subhanahu wa ta’ala,

Dalilnya Firman ALlah subhanahu wa ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ. سورة النحل: 128

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan yang berbuat kebaikan. QS; An-Nahl: 128.

Firman-Nya,

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ – الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ – وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ – إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. سورة الشعراء: 217-220

Bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Dia) yang melihat ketika engkau berdiri (untuk salat). Dan, (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS: Asy-Syu’ara’: 217-220.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ. سورة يونس: 61

Engkau (Nabi Muhammad) tidak berada dalam suatu urusan, tidak membaca suatu ayat Al-Qur’an, dan tidak pula mengerjakan suatu pekerjaan, kecuali Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. QS: Yunus: 61.

Dalil dari sunnah hadis Jibril yang masyhur dari Umar bin Khathab radhiyallahu anhu,

قَالَ بينما نحن جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ فَجَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: “يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلامِ.” فَقَالَ: “أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لا اله إِلا اللهُ. وَأَنَّ محمدا صلى الله عليه وسلم رَسُولُ اللهِ، وَتُقِيمَ الصَّلاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلا.” قَالَ: صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ: “أَخْبِرْنِي عَنِ الإِيمَانِ.” قَالَ: “أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقدر خيره وشره.” قَالَ: “أَخْبِرْنِي عَنِ الإِحْسَانِ.” قَالَ: “أَنْ تَعْبُدَ الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فَإِنَّهُ يَرَاكَ.” قَالَ: “أَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ” قَالَ: “مَا الْمَسْؤُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ.” قَالَ: أخبرني عَنْ أَمَارَاتِهَا.” قَالَ: “أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ.” قَالَ: “فَمَضَى فَلَبِثْنَا مَلِيَّا.” فَقَالَ: “يَا عُمَرُ أَتَدْرُونَ مَنِ السَّائِلِ؟” قُلْنَا: “اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ.”، قَالَ: هَذَا جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ أَمْرَ دِينِكُم

Pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih bersih dan berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda baru melakukan safar (perjalanan jauh) dan tidak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya, kemudian orang itu duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu menempelkan lututnya pada lutut Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas pahanya.

kemudian berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beritahukanlah kepadaku tentang Islam.”

Beliau bersabda, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan-Nya, engkau menegakkan salat, engkau menunaikan zakat, engkau berpuasa pada bulan Ramadhan dan engkau berhaji ke Baitullah jika engkau memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.”

Ia berkata, “Anda benar.”

Kamipun merasa heran, ia bertanya namun ia juga membenarkannya.

Ia berkata, “Beritahukanlah kepadaku tentang Iman.”

Beliau bersabda, “Engkau beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, kepada hari akhir, dan engkau beriman kepada taqdir-Nya yang baik dan yang buruk.”

Ia berkata, “Anda benar.”

Ia berkata, “Beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan.”

Beliau bersabda, “Engkau beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala seolah-olah engkau melihat-Nya, namun jika engkau tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu.”

Ia berkata, “Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.”

Beliau bersabda, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.”

Ia berkata, “Beritahukanlah kepadaku tentang tanda-tandanya.”

Beliau bersabda, “Jika budak perempuan telah melahirkan tuannya, dan penggembala kambing yang tidak beralaskan kaki dan bertelanjang dada telah berlomba-lomba meninggikan bangunan (itulah tanda-tanda hari kiamat).”

Kemudian orang itu pergi akupun terdian beberapa saat.

kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Umar, Tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?”

Akupun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya ia adalah Jibril, ia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang agama kalian.”

Turahmin, BA, S.Pd, M.H.

Piyungan Bantul, 25 September 2025. 14.45.

Tinggalkan komentar