Riyadhus Shalihin 3

38 Pembaca

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا)) (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha (semoga Allah meridainya), ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada lagi hijrah (wajib) setelah Penaklukan (Makkah), akan tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan apabila kalian diperintahkan untuk berangkat (berperang), maka berangkatlah!” (Muttafaqun ‘Alaih/Disepakati keshahihannya).

Fawaid Hadis:

  1. Tidak ada Hijrah dari Mekah ke Madinah setelah Fatkhu Mekah karena Mekah telah menjadi negeri muslim.
  2. Hijrah dalam arti lain pergi dari negeri kafir ke negeri Muslim tetap berlaku.
  3. Mekah selamanya akan tetap menjadi negeri Muslim sampai kiamat atau sampai waktu yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  4. Jihad merupakan salah satu perintah Allah subhanahu wa ta’ala dalam Islam dan tetap berlaku sampai kapan pun tetap wajib terpenuhi syarat dan ketentuannya.
  5. Hijrah dari Mekah ke Madinah tidak ada lagi yang ada keluar dari Mekah untuk berjihad sesuai ketentuan syari’at Islam.
  6. Jihad hukumnya wajib ‘ain jika yang memerintahkan adalah waliyul amr, kecuali jika ada uzur syar’i.
  7. Jihad merupakan fardhu ‘ain bagi setiap orang yang tinggal di negeri tersebut bahkan termasuk orang tua dan wanita yang mampu jika negerinya telah di kepung dan diserang musuh.
  8. Jihad merupakan fardu ‘ain bagi setiap orang yang tergabung dalam pasukan perang jika pasukan muslim dan kafir telah berhadap-hadapan untuk bertempur.
  9. Dalam kondisi perang bagi orang yang memiliki keahlian menggunakan senjata tertentu yang keahlian tersebut hanya dimiliki oleh dirinya pada saat itu, maka wajib baginya untuk Ikut berjihad meskipun tidak diperintahkan oleh waliyul amr.
  10. Berjihad wajib dilandasi niat untuk menegakkan kalimat Allah subhanahu wa ta’ala agar mendapat nilai pahala di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
  11. Penuntut ilmu wajib mengajarkan kepada umat bahwa jihad yang benar itu wajib dilandasi niat untuk meninggikan kalimat Allah subhanahu wa ta’ala.


الكتاب: شرح رياض الصالحين

المؤلف: محمد بن صالح بن محمد العثيمين (ت 1421هـ)

الناشر: دار الوطن للنشر، الرياض

الطبعة: 1426 هـ

عدد الأجزاء: 6

[ترقيم الكتاب موافق للمطبوع]

تاريخ النشر بالشاملة: 8 ذو الحجة 1431

1/31

Tinggalkan komentar