Bersumpah Dengan Nama Allah subhanahu wa ta’ala

115 Pembaca

Pemateri: Dr. Abdullah Bawadi

Fawaid Ta’lim

Bersumpah harus dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala, tidak boleh bersumpah dengan selain nama Allah subhanahu wa ta’ala.

Ulama berbeda pendapat dalam menanggapi hukum bersumpah dengan selain nama Allah, sebagian berpendapat bersumpah dengan selain nama Allah diperbolehkan jika sesuatu itu diagungkan dalam syari’at Islam.

Sedangkam ulama lain berpendapat tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala meskipun sesuatu yang digunakan untuk bersumpah merupakan sesuatu yang diagungkan dalam Islam.

Pendapat yang lebih kuat adalah tidak boleh bersumpah dengan nama selain nama Allah subhanahu wa ta’ala.

Tidak boleh bersumpah dengan ka’bah meskipun Ka’bah sangat dimuliakan dalam Islam.

Tidak boleh bersumpah dengan nama orang tua.

Bersumpah dengan selain nama Allah termasuk syirik ashghar.

Bersumpah dengan nama selain Allah subhanahu wa ta’ala kadang termasuk syirik Akbar.

Bersumpah dengan nama selain Allah bisa termasuk syirik ashghar dan juga bisa masuk ke dalam syirik akbar tergantung niatnya, jika disertai pengagungan terhadap sesuatu yang dijadikan untuk bersumpah sebagaimana mengagungkan Allah maka termasuk syirik Akbar tapi jika tidak disertai pengagungan seperti termasuk syirik ashghar.

Dilarang terlalu sering bersumpah dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala meskipun boleh bersumpah dengan nama-Nya.

Boleh bersumpah dengan nama Allah jika niatnya untuk memperkuat kebenaran apa yang disampaikan.

Terlalu sering bersumpah dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala, apalagi dalam masalah yang sepele sama dengan meremehkan Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya dahulu juga bersumpah dengan nama Allah subhanahu w ata’ala, tapi mereka tidak bermudah-mudahan dalam bersumpah apalagi dalam masalah yang sepele.

Hukum bersumpah dengan nama Allah mandhub jika memang dengan bersumpah akan mendatangkan maslahat yang jelas-jelas besar (prosentase keberhasilannya besar).

Bersumpah dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala hukumnya makruh jika digunakan untuk perkara yang makruh.

Bersumpah dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala hukumnya haram jika digunakan untuk perkara yang haram, seperti bersumpah untuk minum khomer, membunuh orang, mencuri dll, jika dilakukan maka orang tersebut telah melakukan perkara yang haram.

Bersumpah atas nama Allah untuk berbuat maksiat tidak menjadikan kemaksiatan itu menjadi halal dan boleh dilakukan.

Jika seseorang bersumpah atas nama Allah subhanahu wa ta’ala untuk melakukan sesuatu yang haram maka perkara haram tersebut tidak boleh dilakukan dan wajib membayar kafarah.

Demikian juga bersumpah atas nama Allah untuk meninggalkan perkara yang wajib hukumnya juga haram, kewajiban tetap harus dilakukan dan wajib membayar kafarah.

Bersumpah atas nama Allah subhanahu wa ta’ala untuk melakukan sesuatu yang haram atau untuk meninggalkan sesuatu yang wajib merupakan perkara yang sangat buruk.

Turahmin, BA, S.Pd, M.H.

Masjid Pusat Bin Baz, Kamis, 25 Sept 2025.

Tinggalkan komentar