Keistimewaan Takwa

30 Pembaca

Orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Takwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala berdasarkan cahaya (ilmu) dari-Nya dengan mengharap pahala-Nya; serta meninggalkan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala berdasarkan cahaya (ilmu) dari-Nya karena takut akan azab-Nya.

Orang-orang yang bertakwa akan diberikan jalan keluar (solusi) atas segala kesulitan yang dihadapinya.

Orang-orang yang bertakwa akan dilindungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari keburukan serta kejahatan makhluk-makhluk-Nya.

Orang-orang yang meminta isti’anah (pertolongan) kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersandar serta yakin kepada makhluk tersebut, maka ia akan ditimpa kehinaan di dunia dan di akhirat. Jika seseorang bergantung kepada penguasa, dukun, tukang sihir, dan sebagainya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meninggalkannya dan membiarkannya terlunta-lunta bersama makhluk yang ia pertuhankan tersebut.

Orang yang meminta isti’anah (pertolongan) kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadi pribadi yang hina, menghinakan dirinya sendiri, dan pada akhirnya akan binasa.

Orang-orang yang beriman hendaknya hanya bersandar dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada selain-Nya.

Orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan serta bersifat bakhil, pada hakikatnya ia akan hidup sendirian tanpa teman.

Terkadang, ada orang yang begitu bakhil hingga ia kikir terhadap dirinya sendiri; ia bahkan tidak pernah menikmati harta yang dimilikinya.

Orang yang dermawan dan sering menyisihkan hartanya untuk mereka yang membutuhkan, akan dicintai oleh sesama serta memiliki banyak teman dan sahabat.

Ada pepatah mengatakan, ‘Al-fulus tughayyirun-nufus’, yang artinya harta benda dapat mengubah karakter serta jiwa manusia.

Orang yang bermuamalah dengan sesama secara baik dan penuh perhatian, selalu memilih kata-kata yang menyenangkan saat berbicara, serta tidak suka menyakiti orang lain, maka ia akan hidup tenang, bahagia, dan selamat dari gangguan manusia.

Orang yang bermuamalah dengan sesama manusia dengan penuh hikmah dan kebaikan hati, niscaya ia akan menjadi orang yang sangat beruntung.

Orang yang menghadapi permasalahan dengan baik, penuh hikmah, penuh pertimbangan, dan tidak tergesa-gesa, niscaya ia akan terbebas dari pengaruh buruk jiwanya sendiri.

Oke

Tinggalkan komentar