Riyadhus Shalihin 8 #Jihad Yang Dianggap Fi Sabilillah#

59 Pembaca

وَعَنْ أَبِي مُوسَى عَبْدِ اللهِ بْنِ قَيْسٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً، وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً، وَيُقَاتِلُ رِئَاءً: أَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ العُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Musa ‘Abdullah bin Qais Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu (semoga Allah meridhoinya), ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang berperang karena syajaa’ah (keberanian), berperang karena hamiyyah (fanatisme kesukuan atau membela diri), berperang karena riya’ (pamer/ingin dilihat orang lain).” (Ditanyakan:) “Manakah dari perang itu yang termasuk fii sabilillah (di jalan Allah)?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “((Barangsiapa yang berperang agar Kalimat Allah (agama Allah/syariat-Nya) itu menjadi yang tertinggi, maka ia berada fii sabilillah (di jalan Allah).” (Muttafaqun ‘alaih).

Fawaid Hadis

  1. Ikhlas merupakan sesuatu yang sangat penting dan paling harus diperhatikan, bahkan orang yang berjihad tanpa didasari niat ikhlas karena Allah tidak akan mendapat pahala di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan bukan termasuk fisabilillah.
  2. Jenis-jenis orang yang berperang: ada orang yang berperang karena membela sukunya atau bangsanya, ada yang berperang karena keberanian, ada yang berperang karena ingin pamer keberanian dan ada pula orang yang berperang ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala dan untuk meninggikan kalimat-Nya (agama-Nya) dan lain-lain.
  3. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat cerdas dan sempurna dalam memberi jawaban dari pertanyaan tentang perang yang termasuk fi sabilillah yaitu orang yang berperang dengan niat untuk meninggikan kalimat (agama) Allah subhanahu wa ta’ala.

Tinggalkan komentar