69 Pembaca
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ اَلرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((إِنَّ اَللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ)) (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Shakhr, Radhiyallahu ‘anhu (Semoga Allah meridhainya), ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak pula kepada rupa-rupa (fisik) kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian.” (Diriwayatkan oleh Muslim)
Fawaid Hadis
- Orang paling mulia adalah orang yang paling bertakwa, إن أكرمكم عند الله أتقاكم) (الحجرات: من الآية13)
- Allah subhanahu wa ta’ala tidak melihat kepada bentuk fisik dan wajah seseorang, besar atau kecil, kurus atau gemuk, kekar atau gendut, ganteng atau jelek, cantik atau tidak cantik, kaya atau miskin itu semua tidak berarti di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, yang dilihat adalah hati orang tersebut (ketakwaan yang ada di hatinya).
- Manusia diciptakan tujuannya adalah supaya mereka bertakwa kepadaNya.
- Hati merupakan pusat kebaikan atau keburukan bagi seseorang.
- Harta dan apapun yang dimiliki seseorang tidak akan berguna di sisi Allah subhanahu wa ta’ala kecuali jika orang tersebut bertakwa dan menggunakan apa yang dimilikinya untuk ketaatan dan ibadah kepada-Nya.
- Tidak boleh hukumnya berbangga-bangga dengan harta dan fisik hebat yang dimiliki.
- Takwa merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk seseorang.
- Hadis ini merupakan penguat hadis tentang niat dan menunjukkan betapa pentingnya niat itu bagi seseorang.
- Niat merupakan pondasi dasar ibadah seseorang agar ibadahnya kokoh dan diterima Allah subahnahu wa ta’ala.
- Menilai seseorang di dunia ini hanya berdasarkan lahiriyahnya bukan berdasarkan apa yang ada di dalam hatinya karena masalah hati tidak diketahui orang lain.
- Rahasia seseorang yang ada di dalam hatinya (niat) jika rahasia itu baik berbahagialah orang itu tetapi jika rahasia yang ada di hati itu buruk maka hilanglah seluruh kebaikannya.
- Hendaknya seseorang memiliki perhatian besar terhadap hatinya jangan sampai hatinya rusak karena akalu hatinya rusak maka rusaklah segalanya.
- Cara memperbaiki hati bisa dengan cara memperhatikan tanda-tanda kemaha besaran Allah subhanahu wa ta’ala yang ada di alam semesta termasuk yang ada pada diri sendiri.
- Kesyirikan wajib dibersihkan dari dalam hati, salah satu cara untuk membersihkan hati adalah dengan cara membisikkan ke dalam hati sendiri bahwa “Manusia tidak akan memberi manfaat kepadaku jika aku bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mereka tidak akan mampu menyelamatkanku dari azab-Nya, jika aku taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala mereka tidak akan memberikan pahala kepadaku karena yang memberi pahala dan menyelamatkan dari azab adalah Allah subhanahu wa ta’ala, lalu untuk apa aku aku melakukan ibadah jika niatnya untuk mendekatkan diri kepada orang atau untuk mendapat perhatian orang?.”
- Orang yang mendekatkan diri kepada manusia dengan amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menjauh darinya demikian juga makhluk akan menjauh darinya.
- Tidak boleh mendekatkan diri kepada manusia dengan melakukan amalan yang amalan itu untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
- Jika Allah murka kepada seseorang maka orang itu juga akan dijauhi oleh manusia lainnya.
- Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menyucikan hati kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.