Kesalahan-Kesalahan ketika shalat

40 Pembaca


Kesalahan ketika berniat shalat, seperti menjahrkan bacaan niat.

Niat tempatnya ada di dalam hati tidak disyariatkan untuk mengucapkannya, apalagi jika sampai menimbulkan was-was/keraguan, sehingga ucapan niat itu diulang-ulang.

Niat shalat cukup dengan menghadirkan niat shalat apa, Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya atau Subuh.

Jika ada orang mengucapkan niat dan ucapannya keliru maka yang dihitung niat yang ada di dalam hati.

Sepuluh syarat takbiratul ihram:

1. Wajib dengan menggunakan lafadz Allahu Akbar, sedang Syafi’iyah membolehkan takbiratul ihram dengan ucapan Allahul Akbar.

Sedangkan Imam Abu Hanifah membolehkan takbiratul ihram dengan selain lafadz Allahu Akbar, seperti subhanallah, tapi pendapat ini menyelisihi hadis.

2. Takbiratul ihram wajib menggunakan bahasa Arab, tidak boleh menggunakan bahasa lain karena takbiratul ihram merupakan tahrim melakukan sesuatu selain ritual shalat dan tahlilnya salam artinya setelah salam boleh melakukan kegiatan lain.

3. Membaca takbiratul ihram harus diucapkan secara langsung tidak terpisah Allahu Akbar (tanpa jeda) jika terjadi jeda yang sangat jelas maka batal shalatnya.

4. Takbiratul ihram dibaca sambil berdiri bukan sambil jalan. Berdiri dalam shalat wajib adalah rukun shalat. Tidak boleh takbir sambil rukuk artinya sebelum selesai ucapan takbir sudah rukuk.

5. Tidak boleh memanjangkan lafadz Hamzah, sehingga menjadi Aallahu Akbar karena bacaan seperti ini merupakan sebuah pertanyaan yaitu: apakah Allah maha besar?

6. Tidak boleh membaca takbir seolah-olah ada huruf wawu antara hu dengan ak sehingga menjadi Allahu wakbar sehingga artinya menjadi Allah dan Akbar. Tidak boleh juga memanjangkan harakat dhommah pada huruf ha di lafadz Allah karena dapat merubah arti.

7. Membaca takbir minimal didengar oleh diri sendiri bukan dengan suara yang didengar orang lain agar tidak menimbulkan was-was. Takbir dibaca pelan cukup didengar diri sendiri. Rukun qouliyah dalam shalat yang ada lima yaitu takbiratul ihram, membaca Fatihah, tasyahud akhir, shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa ketika tasyahud akhir dan salam pertama, dibaca sama seperti itu.

8. Ketika bertakbir wajib menghadap ke arah kiblat bukan ke arah lain.

9. Takbir Makmun dilakukakan setelah imam selesai membaca takbir yaitu ketika imam selesai mengucapkan huruf Ra (r). Imam selesai membaca Allahu Akbar baru kemudian makmum membacanya. Tidak boleh membarengi takbir imam atau imam belum selesai membaca takbir tapi makmum sudah membacanya apalagi jika membaca takbirnya sebelum Imam bertakbir batal shalatnya. Bacaan takbir pada lafadz Allah tidak boleh terlalu panjang

10. Tidak boleh membaca takbir dengan dibaca panjang pada pada lafadz akbar menjadi Allahu akbaar, karena artinya menjadi berbeda, Akbaar artinya ember besar atau salah satu nama dari nama haidh wanita. Jika diucapkan dengan sengaja bisa menyebabkan kafir.

Abu Layla Turahmin, M.H.

Masjid Pusat Bin Baz

Tinggalkan komentar